
Lampung Timur, sinarlampung.co – Pihak Keluarga menyebut Sumadiyanto (41) keluar rumah sambil menenteng sebilah golok sebelum akhirnya ditemukan tewas mengambang di Sungai Way Sekampung, Lampung Timur, pada Selasa, 30 Desember 2025.
Adik korban, Mukayat, mengatakan Sumadiyanto terakhir terlihat pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada ibunya untuk keluar rumah hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa baju, sambil menenteng sebilah golok.
“Kami kira cuma mancing di sekitar sungai aja Pak, tapi ditunggu-tunggu sampe jam 2 dini hari kok gak pulang, kami sempat mencari di sekitaran sungai tapi gak ketemu,” ungkap Mukayat.
Keluarga baru mengetahui adanya penemuan jasad mengambang di Sungai Way Sekampung setelah dihubungi anggota Polsek Sekampung Udik. Setelah mencocokkan ciri fisik serta pakaian yang dikenakan, keluarga memastikan jasad tersebut adalah Sumadiyanto yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Mukayat juga menyampaikan bahwa kakaknya tinggal berdua bersama sang ibu dan diduga mengalami keterbelakangan mental. “Kakak saya emang mengalami keterbelakangan mental Pak,” katanya.
Berita Terkait: Mayat Laki-laki Ditemukan Mengambang di Way Sekampung
Proses Evakuasi Sempat Terkendala
Sebelumnya, Sumadiyanto ditemukan mengambang di aliran Sungai Way Sekampung, wilayah perbatasan Kecamatan Waway Karya dan Kecamatan Marga Sekampung, pada Selasa, 30 Desember 2025.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan BPBD Lampung Timur bersama pihak kepolisian dan dibantu masyarakat. Evakuasi berlangsung cukup alot lantaran arus sungai yang deras, sehingga memakan waktu sekitar satu jam. Jasad korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Usai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Sukadana untuk keperluan autopsi. Setelah proses tersebut selesai, jasad Sumadiyanto kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Timur Tabrani Hasyim melalui Petugas Pelaksana Lapangan Doni H.P mengatakan, kondisi alam menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
“Sempat sedikit terkendala derasnya arus sungai, ditambah kondisi jasad sudah membengkak sehingga tidak bisa dimasukkan ke kantong jenazah,” ujar Doni saat diwawancarai, Selasa, 30 Desember 2025.
Saat ini, jasad almarhum Sumadiyanto telah berada di pihak keluarga dan selanjutnya akan dimakamkan. (Afandi)