
Lampung Timur, sinarlampung.co-Di balik deru air Sungai Kali Pasir yang membelah Kecamatan Way Bungur, tersimpan cerita pilu tentang uang rakyat yang terbuang percuma. Jembatan Kali Pasir, yang seharusnya menjadi nadi perekonomian, kini hanya menjadi monumen korupsi yang mangkrak.
CV Usaha Famili Kontraktor TPT Jembatan Way Bungur Yang Roboh Abaikan Panggilan DPRD Lampung Timur
Data Komisi III DPRD Lampung Timur mengungkap fakta mencengangkan. Total anggaran sekitar Rp18 miliar telah digelontorkan dalam tiga tahap 2020-2022 dari APBD Lampung Timur, namun hasilnya nihil. Padahal Tahap I (2020) Rp3,1 Miliar, Tahap II 2021 Rp6,5 Miliar, dan Tahap III 2022 Rp9,2 Miliar (Dikerjakan CV Usaha Famili, yang berakhir roboh).
Alih-alih berdiri kokoh, proyek tahap III justru roboh akibat kualitas pekerjaan di bawah standar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur telah menahan para tersangka sejak 2022 karena temuan kekurangan volume dan kegagalan konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT).
Sementara para koruptor diproses hukum, dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat kecil. Hingga Februari 2026, puluhan siswa sekolah terpaksa menyeberang sungai menggunakan rakit kayu sederhana. Tanpa pengaman, nyawa mereka menjadi taruhan, terutama saat arus sungai deras.
Kini, harapan baru muncul melalui intervensi Pemprov Lampung yang menggandeng TNI untuk membangun jembatan darurat pada tahun ini, sembari menunggu kucuran dana pusat untuk pembangunan permanen. (Red)