
LAMPUNG TIMUR, sinarlampung.co- Kabar duka menyelimuti Kabupaten Lampung Timur. Salah satu tokoh perintis wilayah sekaligus veteran kemerdekaan, H. Muhammad Syae’an, tutup usia pada Jumat 30 Januari 2026.
Ayahanda dari politikus Partai Golkar dan jurnalis senior, Himawan Ali Imron, ini mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 00.15 WIB dalam usia 108 tahun.
Semasa hidupnya, H. Muhammad Syae’an dikenal sebagai sosok sentral dalam pembukaan wilayah (perintis) di Kecamatan Braja Slebah, bahkan sebelum Provinsi Lampung resmi terbentuk. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga di bidang pendidikan dan keagamaan.
“Jangan dibayangkan Lampung Timur seperti sekarang. Dulu masih banyak hutan, rumah sedikit, dan jalan tanah. Ayah memanfaatkan satu-satunya mobil jeep yang dimilikinya untuk membantu transportasi dan kebutuhan warga,” ujar Himawan Ali Imron mengenang perjuangan sang ayah.
Selain dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah, almarhum juga meninggalkan warisan di bidang pendidikan melalui Yayasan Pusat Pendidikan Islam Lampung (YPPIL). Salah satu lembaga yang didirikannya, SMP Islam YPI di Braja Harjosari, masih aktif beroperasi hingga saat ini.
Sebagai veteran perang, H. Muhammad Syae’an tercatat pernah bergabung dengan gerilyawan Hizbullah Sabilillah pada 1945 di Tulungagung dan TNI Batalyon 51 di Pare, Kediri. Ia resmi tercatat sebagai veteran dengan Nomor 13.834/D pada 6 April 1959.
Almarhum meninggalkan enam orang anak, yakni Mahmudi, Nasrikah, Amir Muhramin, Rodiyah, Nuth Dharoh, dan Himawan Ali Imron. Jenazah dimakamkan di Lampung Timur, tanah yang menjadi ladang pengabdiannya setelah hijrah dari Jawa Timur. (Rudi Zen)