
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memaparkan capaian kinerja satu tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam agenda Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung 2025 di Mahan Agung, Minggu 28 Desember 2025.
Tahun 2025 ditetapkan sebagai momentum penguatan fondasi daerah dengan fokus utama pada penataan infrastruktur, konektivitas, dan kedaulatan ekonomi rakyat.
Mengatasi Capital Outflow dan Kemiskinan
Dalam paparannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menyoroti fenomena capital outflow yang masih membayangi ekonomi Lampung. Meski memiliki nilai komoditas mencapai Rp140 triliun per tahun, sebagian besar masih keluar daerah dalam bentuk bahan mentah.
“Kita kaya komoditas, tapi uangnya banyak keluar. Inilah persoalan mendasar Lampung. Dengan PDRB sebesar Rp483 triliun, seharusnya pendapatan per kapita kita lebih baik, namun faktanya kemiskinan masih di angka 10 persen,” ujar Mirza.
Jalan Mantap 79,79 Persen
Sektor infrastruktur menjadi program unggulan melalui Dinas BMBK. Sepanjang 2025, Pemprov Lampung berhasil melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi pada 52 ruas jalan provinsi sepanjang 66,2 kilometer.
Kemantapan Jalan meningkat 1,71% menjadi 79,79%. 21 unit jembatan (451,36 meter) berhasil dibangun dan diperbaiki. Gubernur menargetkan pada 2027–2028, kemantapan jalan provinsi mencapai 90% dengan dominasi konstruksi beton.
Kedaulatan Petani melalui Desa Kumaju
Di sektor pertanian, Pemprov meluncurkan program Desa Kumaju. Langkah nyata dilakukan dengan membangun 500 unit pusat produksi pupuk organik cair di desa-desa untuk menekan ketergantungan pupuk kimia hingga 30%.
Program ini dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 25% dan menyentuh lebih dari 190.000 petani. Selain itu, 34 unit bed dryer (mesin pengering) disediakan untuk mendukung hilirisasi hasil panen di tingkat desa.
Pendidikan dan Layanan Publik Digital
Sektor sosial juga mencatatkan sejumlah terobosan penting yaitu pembebasan uang komite SMA/SMK/SLB Negeri melalui dana BOPD serta penebusan 23.000 ijazah siswa yang sempat tertahan.
Lalu Pengoperasian RSUD Mohammad Thohir di Pesisir Barat sebagai RS rujukan tipe C. Dan peluncuran super app “Lampung In” yang telah digunakan oleh lebih dari 14.000 pengguna sebagai kanal aduan masyarakat.
Menuju Lampung Maju 2026
Menutup kegiatan tersebut, Sekda Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa seluruh capaian di tahun 2025 merupakan pijakan untuk akselerasi pembangunan di tahun mendatang.
“Pondasi telah dibangun dan arah pembangunan semakin jelas. Kami akan memperkuat kolaborasi di tahun 2026, khususnya bersama insan media, untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” pungkas Marindo. (*)