
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Penanaman jagung di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, pada Selasa, 2 Desember 2025, menjadi momentum penting bagi upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan.
Di hadapan Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa produksi jagung menjadi kunci utama menjaga harga ayam tetap terjangkau bagi masyarakat.
Mirza menjelaskan Lampung memiliki posisi strategis sebagai daerah penghasil jagung sekaligus pusat produksi ayam. Menurutnya, hubungan keduanya sangat erat karena jagung merupakan bahan baku utama pakan ayam.
“Jagung ini menjadi sesuatu yang spesial karena jagung di Provinsi Lampung ini menghasilkan pakan ayam, dan ayamnya sendiri ada di Lampung,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan jagung yang melimpah bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menentukan stabilitas harga daging ayam di pasar. Semakin banyak jagung ditanam, biaya pakan semakin rendah, dan harga ayam pun dapat ditekan.
“Semakin banyak jagung ditanam, semakin murah dan terjangkau harga ayam di Provinsi Lampung,” tegasnya.
Gubernur Mirza juga menyoroti posisi Lampung sebagai salah satu lumbung ayam di Indonesia dengan surplus hampir 3 juta ekor per bulan. Produksi ayam yang besar ini, menurutnya, dapat terus dipertahankan jika rantai produksi jagung tetap terjaga.
“Harga ayam murah dan proteinnya bagus, kuncinya ada di jagung,” tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat bersama Polri melakukan penanaman jagung sebagai bagian dari program swasembada pangan.
Meski agenda mencakup sejumlah program besar, Gubernur Mirza menekankan bahwa inti dari penguatan sektor pangan ini adalah untuk memastikan produksi jagung yang stabil agar kebutuhan protein masyarakat terpenuhi dengan harga terjangkau. (Red/*)