
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Gubernur Lampung dijadwalkan akan hadir pada acara Peluncuran Buku Antologi Cerpen Festival Cerpen Indonesia 2025. Cerpen mengangkat tema “Persahabatan” dengan latar cerita kearifan lokal Lampung seperti seni, adat dan budaya serta destinasi wisata di Lampung.
Arsiya Heni Puspita selaku Ketua Panitia menyatakan, kami sudah koordinasi dengan tim dari Bapak Gubernur Mirza dan akan dijadwalkan untuk menghadiri acara Peluncuran buku di Aula Pahawang BGTK Lampung pada hari Minggu, 14 Desember 2025 mendatang.
“Kami juga sudah mendapatkan informasi dari tim Bunda Literasi Provinsi Lampung bahwa Bunda Literasi Purnama Wulan Sari Mirza akan hadir”, kata Ketua Panitia pada sinarlampung.co. Minggu, 23 November 2025.
Festival Cerpen Indonesia 2025 merupakan kolaborasi Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung dengan SIP Publishing, penerbit dari Banyumas Jawa Tengah.
Ia melanjutkan, undangan juga diberikan pada Walikota Bandar Lampung, Dewan Pembina FGMPL Provinsi Lampung yang terdiri dari dinas-dinas dan balai-balai terkait. Dewan Penasehat FGMPL Provinsi Lampung terdiri dari akademisi.
Juga budayawan, sastrawan, tokoh adat, insan pers, komunitas literasi serta peserta yang naskahnya lulus kurasi dan dibukukan, tandasnya.
Ketua FGMPL Provinsi Lampung Sumedi berharap agar semua bisa memanfaatkan momentum bagus ini.
“Generasi muda bisa berkreasi seni melalui cerpen yang isinya bisa mengembangkan budaya lokal Lampung. Agar bisa tersebar dan berkembang secara nasional, ini peluang emas bagi generasi muda”, ujarnya.
Tak hanya itu, ia meneruskan, mekalui karya tulis bisa menaikkn indeks literasi di Provinsi Lampung, tutupnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Indra Gunawan selaku Ketua Yayasan Rumah Indonesia Menulis dan Direktur SIP Publishing menguraikan cerpen tema “Persahabatan”.
“Tema Persahabatan dipilih karena sangat dekat dengan kehidupan siapa pun, dari pelajar hingga orang dewasa. Persahabatan juga membuka ruang cerita yang luas, emosional, hangat, dan relevan sehingga para peserta dapat mengekspresikan kreativitas tanpa batas,” paparnya.
Tema ini diharapkan mampu menghadirkan kisah-kisah yang menyentuh hati sekaligus menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Indra, kami ingin mendorong para penulis pemula untuk lebih berani menggali cerita dari tanah kelahiran sendiri. Lampung memiliki kekayaan budaya, bahasa, dan tradisi yang sangat menarik untuk diangkat dalam fiksi.
“Dengan mengutip unsur kearifan lokal, cerita menjadi lebih hidup, otentik, dan memiliki identitas kuat,” tambahnya.
Kami berharap peserta berani bercerita tentang Lampung dari sudut pandang mereka sendiri sehingga karya yang lahir bukan hanya indah, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal kepada pembaca yang lebih luas.
Indra kembali berharap festival cerpen ini menjadi ruang tumbuh bagi penulis-penulis baru di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas ekosistem menulis, membangun keberanian berkarya, serta mempererat jejaring antarpenulis dari berbagai daerah.
“Semakin banyak orang menulis dan membaca, semakin kuat pula pondasi literasi bangsa. Mudah-mudahan acara ini dapat menjadi kontribusi kecil namun berarti bagi masa depan literasi Indonesia,” pungkasnya. (Heny)