
Tanggamus, Sinarlampung.co – Dugaan praktik penyimpangan anggaran Dana Desa (DD) di Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kian terang benderang. Indikasi korupsi dalam pengelolaan keuangan pekon menyeruak setelah berbagai kejanggalan terkuak di tubuh pemerintahan pekon tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, roda pemerintahan pekon tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Badan Hippun Pemekonan (BHP) Suka Agung Barat, Misdi, saat ditemui di kediamannya, Selasa (4/11/2025).
“Saya sempat mengundurkan diri sebagai Ketua BHP pada 2022, namun atas desakan warga akhirnya saya kembali aktif pada bulan Juli lalu. Dari lima anggota BHP, kini hanya satu yang masih aktif—yakni saudara Jamhari. Praktis saya kembali diminta memimpin,” ungkap Misdi.
Salah satu persoalan yang paling disorot yakni mangkraknya pembangunan Balai Pekon yang menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2023. Proyek tersebut tak kunjung selesai, sehingga dua tahun terakhir perangkat pekon terpaksa berkantor di gedung Bank Sampah yang dinilai tidak layak dan jauh dari standar fasilitas pelayanan publik.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan keberadaan mobil ambulans pekon yang hingga kini tak jelas rimbanya. Misdi mengaku telah meminta penjelasan kepada kepala pekon sebulan lalu, namun jawaban yang diterima tak memuaskan.
“Kepala pekon hanya bilang ambulans rusak berat dan sedang diperbaiki di sebuah bengkel di Pringsewu. Tapi bengkel mana, alamatnya di mana, tidak pernah dijelaskan,” tegasnya.
Situasi semakin kacau ketika sejumlah perangkat pekon memilih mundur. Sekretaris Pekon dan Bendahara disebut telah berhenti bekerja dalam satu bulan terakhir akibat banyaknya persoalan internal.
Konfirmasi awak media kepada mantan Sekretaris Pekon, Firlana, terkait mandeknya pembangunan Balai Pekon senilai Rp300 juta, tidak membuahkan banyak informasi.
“Untuk soal anggaran itu, langsung saja tanyakan ke kepala pekon. Semua uang dipegang kepala pekon,” jawab Firlana singkat.
Sementara itu, upaya media untuk mengonfirmasi Kepala Pekon Suka Agung Barat belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor pekon, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih terus berupaya meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban dari kepala pekon terkait berbagai dugaan penyimpangan dana desa tersebut.(Mahmudin)