
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Panggung utama PKOR Way Halim bersiap jadi lautan suara. Dalam rangkaian Lampung Fest 2025, segmen musik bertajuk Lampungphoria siap mengguncang selama dua pekan penuh, 11-25 November 2025.
Lampungphoria disebut sebagai salah satu jantung hiburan dalam festival tahunan itu. Deretan musisi nasional lintas genre akan tampil bergantian, mulai dari musik koplo, pop, hingga alternatif.
Nama-nama besar pun siap meramaikan: Feel Koplo dan Rebellion Rose (14 November), Threesixty dan The Paps (15 November), Barasuara dan Wijaya80 (16 November), Jono Joni + Dangdut All Star (18 November), DNA dan Kotak (19 November), Tipe-X (20 November), for Revenge dan Lastchild (21 November), Om Lorenza (22 November), Peewee Gaskins dan Sukses Lancar Rejeki (23 November), hingga Guyon Waton dan Pats Angels (24 November).
Ketua Forum Lampung Kreatif (FOLK) Riqwan Sahari (Ale) mengatakan, Lampungphoria bukan sekadar pesta rakyat, tapi juga panggung apresiasi bagi musisi nasional dan lokal.
“Kami ingin menghadirkan energi musik yang beragam, dari koplo sampai alternatif, dari pop sampai rock, agar semua kalangan merasa memiliki Lampung Fest,” ujar Ale di Bandar Lampung, Rabu (29/10/2025).
Bagi Ale, musik bukan sekadar hiburan tetapi jembatan yang menyatukan banyak perbedaan. Karenanya, Lampungphoria dirancang sebagai ruang kolaborasi antara musisi, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM.
“Setiap titik di Lampung Fest punya dampak ekonomi yang nyata. Penonton datang, UKM dan UMKM hidup, dan musisi mendapatkan ruang tampil,” katanya.
Penonton bisa membeli tiket konser mulai dari Rp55.000 (Presale 2) melalui situs resmi YesPlis di yesplis.com.
Selain menampilkan band nasional, panggung Lampungphoria juga memberi ruang untuk kolaborasi band lokal dan komunitas kreatif Lampung. Bagi penyelenggara, keseimbangan antara hiburan dan ekonomi kreatif adalah kunci keberlanjutan festival.
“Kami ingin setiap penonton pulang dengan pengalaman menyenangkan, dan setiap pelaku industri kreatif pulang dengan manfaat ekonomi,” ujar Ale.
Ia berharap, semangat dari panggung musik ini menular ke seluruh masyarakat.
“Kami berharap, energi positif dari musik ini ikut menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat citra Lampung sebagai provinsi yang dinamis, kreatif, dan terbuka bagi semua,” tambahnya.
Dengan tema besar “Coffee and Tourism”, Lampung Fest 2025 juga menghadirkan Pavilion Kopi, atraksi budaya, pameran UKM dan UMKM, zona BUMN dan perbankan, festival kuliner, serta berbagai pertunjukan musik. Festival ini ditargetkan menarik hingga 300 ribu pengunjung dan menjadi agenda unggulan Provinsi Lampung tahun ini. (*)