
Lampung Timur, sinarlampung.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Panjang Provinsi Lampung mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan pasang maksimum (banjir rob) di wilayah pesisir Lampung Timur.
Mengutip rilis BMKG, kondisi yang terjadi selama sepekan terakhir dipengaruhi fase Bulan Purnama (Perigee) yang meningkatkan tinggi pasang air laut di atas normal. Peningkatan gelombang laut kategori sedang hingga tinggi juga terjadi akibat perubahan kecepatan angin yang signifikan, serta peralihan siklus musim timuran yang berdampak pada perairan pesisir Sumatera.
Terkait musibah yang terjadi pada 7 Oktober 2025 di sejumlah desa di Kecamatan Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti, data Forecaster BMKG mencatat gelombang kategori sedang dengan kecepatan angin mencapai 20 knot. Peningkatan tersebut dipicu adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Kalimantan. Tarikan angin ke arah sirkulasi yang melintas di perairan Lampung Timur memperkuat dorongan air ke daratan sehingga memicu banjir rob.
Akibatnya, sejumlah desa pesisir di dua kecamatan tersebut dilanda banjir rob yang merendam dan merusak rumah warga, fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas nelayan. Beberapa warga bahkan sempat mengungsi sementara akibat terjangan rob disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa, 7 Oktober 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Dihubungi melalui sambungan WhatsApp pada Jumat (10/10/2025), Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Panjang, Neneng Kusrini, SP, M.Si., mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir Lampung Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di pesisir saat air laut pasang, serta rutin memantau informasi resmi BMKG.
Neneng menjelaskan, sirkulasi siklonik di perairan Karimata turut berdampak pada perairan timur Lampung. Fenomena tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang dirasakan di kawasan pesisir Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti.
Ia menambahkan, BMKG secara aktif memperbarui informasi cuaca setiap tujuh hari. Masyarakat yang kesulitan mengakses informasi secara langsung diimbau untuk mengunduh aplikasi Info BMKG melalui Google Play Store.
“Aplikasi Info BMKG tidak hanya menyediakan informasi terkini mengenai kondisi maritim, tetapi juga cuaca daratan dan potensi ancaman tsunami,” tutup Neneng. (Afandi)