
Lampung Timur, sinarlampung.co – Sejumlah warga Dusun IV RT 023 RW 004, Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan gelombang air laut disertai angin kencang, Selasa (7/10/2025) lalu.
Warga bersama-sama memperbaiki dan mengganti material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan papan GRC. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah milik Sukardi (42), warga RT 023. Dinding rumahnya jebol di hampir seluruh bagian akibat hantaman gelombang dan tiupan angin yang sangat kencang.
“Gimana lagi, Pak. Kami tidak bisa menunggu bantuan dari pemerintah desa. Rumah harus segera diperbaiki, mau tinggal di mana anak istri saya,” keluh Sukardi.
Ia menuturkan, selain rumahnya, sedikitnya enam rumah tetangga juga terdampak, di antaranya milik Suko, Supramono, Sumarno, Sumadi, Mad Syahroni, Suradi, dan Syamsul Hadi.
Sukardi menambahkan, puluhan gubuk tambak milik warga sekitar juga mengalami kerusakan cukup berat. Warga terdampak memperbaiki rumah secara swadaya dengan bantuan tenaga dan material dari tetangga sekitar.
“Alhamdulillah, banyak warga yang datang membantu. Selain tenaga, mereka juga menyumbang material secara kolektif untuk memperbaiki rumah,” ujar Syamsul Huda (54), warga yang rumahnya turut rusak.
Warga Dusun IV mengaku kecewa karena minimnya perhatian dari pemerintah desa. Mereka menilai kepala desa kurang tanggap terhadap kondisi yang mereka alami.
“Walaupun kami tinggal di pinggir tambak, kami ini tetap warga desa juga,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
BPBD Lamtim Lakukan Penanganan dan Mitigasi
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/10/2025), Kepala Pelaksana BPBD Lampung Timur Tabrani Hasyim menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah tanggap darurat dengan meninjau lokasi dan mendata rumah warga yang terdampak.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada para korban. Selain itu, Tabrani mengimbau warga pesisir Lampung Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi hingga Maret 2026.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga Desa Pasir Sakti. BPBD akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan terkait kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Menurutnya, BPBD Lampung Timur terus menggalakkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui pelatihan dan pendampingan, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
“Banjir rob di wilayah Dusun IV hampir terjadi setiap tahun. Kami memahami kondisi warga yang enggan direlokasi, namun tetap perlu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana,” pungkas Tabrani. (Afandi)