
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung bekerja sama dengan BNNP Banten berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jaringan Eva Liana Tangerang. Dalam operasi yang berlangsung sejak Kamis-Minggu 4-7 September 2025, petugas mengamankan empat orang pelaku di Bandar Jaya Lampung Tengah dan Tangerang Selatan, dengan barang bukti 11 bungkus besar berisi sabu dengan total berat brutto sekitar 11 kilo gram.
Plt Kepala BNNP Lampung Kombes Pol Karyoto, mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait jaringan narkotika yang dikendalikan oleh seorang perempuan bernama Eva Liana (39), yang diketahui melarikan diri ke wilayah Tangerang Selatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BNNP Lampung yang dipimpin Kombes Pol Karyoto, berkoordinasi dengan Kabid Pemberantasan BNNP Banten Kombes Pol Dinar Widargo.
Pada Jumat 5 September 2025 sekitar pukul 16.30 WIB, petugas menangkap Eva Liana di kamar 107 Hotel All Nite & Day Alam Sutera, Tangerang Selatan. Keesokan harinya, Sabtu 6 September 2025 pukul 14.00 WIB, tim kembali mengamankan seorang pria bernama Tomi Chandra Kirana (31), yang diduga sebagai pengelola keuangan Eva, di sebuah rumah makan di kawasan Alam Sutera.
Berdasarkan hasil interogasi, Eva mengaku masih menyimpan narkotika melalui dua rekannya, yakni Chandra Siswanto alias Icong (56) dan Jerry Yanto (43). Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan bergerak ke Lampung dan berhasil menangkap keduanya di Hotel Mandarin, Lampung Tengah, pada Minggu 7 September 2025 pukul 07.44 WIB.
Dari keterangan Icong, sabu disimpan di rumah mertua Jerry di kawasan Yukum Jaya, Lampung Tengah. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan 11 bungkus besar teh China berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat brutto sekitar 11 kilogram. Seluruh barang bukti bersama empat tersangka langsung dibawa ke kantor BNNP Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami akan terus menindak tegas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya. Kami akan menyerang semua jantung peredaran gelap narkotika di Lampung demi mewujudkan Lampung Bersinar yaitu Bersih Narkoba,” ujarnya. (Red)