
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Yovi, menanggapi terkait persoalan proyek pembangunan Pencegahan Bencana Sungai Way Tulang Bawang di Tiyuh Gedung Ratu yang dinilai dikerjakan asal-asalan.
Yovi berjanji akan menindaklanjuti informasi yang menjadi keluhan masyarakat kepada Kepala Pelaksana BPBD.. “Segera saya tindaklanjuti ke bidang yang menangani dan saya koordinasikan dengan Bapak Kalak,” kata Yovi, Rabu 03 September 2025..
Diketahui bahwa kegiatan pembangunan Pencegahan Bencana Sungai Way Tulang Bawang di Desa Gedung Ratu tersebut bersumber dari APBD Provinsi Lampung dengan pagu anggaran sebesar Rp2.449.929.900. Jenis kegiatan adalah konstruksi, sehingga diharapkan hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan keselamatan di sekitar sungai.
Sebelumnya, kegiatan pekerjaan pencegahan bencana Sungai Way Tulang Bawang di Tiyuh Gedung Ratu, Kabupaten Tulang Bawang, milik Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung, dikeluhkan warga. Menurut warga setempat, kegiatan tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan, dengan pemasangan batu, anyaman besi, dan penimbunan tanah yang tidak maksimal.
Warga setempat meragukan kualitas pekerjaan tersebut, karena sudah sering terjadi ambrolnya batu dan pemasangan tulang besi yang jarang-jarang. “Sayang sekali bang, kegiatan itu saya yakin tidak akan bertahan lama, soalnya pekerjaan belum selesai saja sudah sering ambrol batunya, belum lagi pemasangan tulangan besi dan anyaman cincinnya jarang-jarang,” ujar warga, Selasa (02/09/2025).
Warga berharap agar pemerintah Daerah Provinsi Lampung dapat melakukan pengawasan ekstra ketat agar pekerjaan dapat dikerjakan secara maksimal dan hasilnya bermanfaat bagi masyarakat. “Kegiatan ini perlu dilakukan pengawasan yang serius baik dari pemerintah daerah maupun APH, jangan sampai negara sudah mengeluarkan uang tapi hasilnya sia-sia,” harapnya.
Gito, selaku pengawasan mengatakan dirinya baru saja menggantikan temannya yang sebelumnya juga mengawasi pekerjaan yang sama. “Saya asli Bandar Lampung, di sini baru menggantikan teman pengawasan sebelumnya, dia lagi pulang dulu. Gimana pekerjaan ini kemarin amburadul gara-gara kerendam air,” tuturnya..
Dari pantauan di lokasi, terlihat para pekerja tidak dilengkapi alat-alat pelindung K3, dan tidak nampak papan informasi kegiatan, dan juga tanpa ada pengawasan dari konsultan pengawasan serta pihak-pihak yang dianggap profesional, sehingga dikhawatirkan dapat berdampak pada hasil yang tidak maksimal. (Sudirman)