
Malaysia, Sinarlampunh.co – Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Tanggamus menorehkan langkah strategis di kancah internasional dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Institut Koperasi Malaysia (IKMA).
Penandatanganan ini menjadi bagian dari agenda Tri Dharma Internasional Perguruan Tinggi yang digelar di Malaysia, sekaligus momentum penting dalam memperluas jejaring akademik dan profesional lintas negara.
Dalam kesempatan bersejarah tersebut, STEBI Tanggamus turut menerima penghargaan bergengsi sebagai Mitra Strategis IKMA, sebuah pengakuan atas komitmen kampus ini dalam mengembangkan kapasitas koperasi melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian.
Kolaborasi yang terjalin tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan menyasar inisiatif konkret. Program yang direncanakan mencakup peningkatan literasi koperasi, pertukaran pengetahuan, penguatan riset, hingga praktik terbaik dalam tata kelola koperasi. Harapannya, kemitraan ini mampu melahirkan inovasi dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Pendiri Yayasan STEBI Tanggamus, Prof. Dr. Fauzi, SE., M.Kom., Ak, menegaskan bahwa kesepakatan ini selaras dengan visi besar penguatan koperasi di Indonesia. “Kami berharap Institut Koperasi Malaysia dapat memberikan bekal berharga bagi akademisi perguruan tinggi Indonesia, sekaligus mendukung program nasional koperasi merah putih yang dicanangkan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Tulus Suryanto, Presiden ASEANACA, menekankan pentingnya kerjasama akademik lintas negara. “Koperasi adalah instrumen vital bagi ekonomi kerakyatan. Dengan adanya kolaborasi ini, kita bisa mengadopsi praktik terbaik dari Malaysia, meningkatkan literasi masyarakat tentang koperasi, serta memperkuat peran akademisi dalam membangun konsep koperasi yang kokoh,” jelasnya.
MoU ini menjadi pijakan penting bagi STEBI Tanggamus dalam memperluas pengaruhnya di ranah internasional. Lebih dari sekadar penandatanganan, langkah ini merefleksikan optimisme bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Ke depan, STEBI Tanggamus dan IKMA berkomitmen menjadikan kemitraan ini sebagai wadah kolaborasi nyata: mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga penciptaan ekosistem koperasi yang adaptif terhadap tantangan global.
Dengan semangat kolaborasi lintas batas, kerjasama ini diharapkan mampu memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara. (Wisnu)