
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co-Baru serah terima Proyek Jembatan Box di Tiyuh Candra Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, milik Binamarga PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat, sudah rusak, dan ambrol. Diduga pengerjaan proyek asal jadi, dengan kualitas jauh dari spesifikasi pengerjaan.

Ironisnya, proyek dengan kontrak 600/17/Kontrak/DPUPR/Tubaba/Vll/2023, dengan Nilai Kontrak Rp584.035.000, tanggal kontrak 10 juli 2023, waktu pelaksanaan 150 hari kalender, pelaksana CV. Cakrawala Anugerah Selatan, tahun anggaran 2023, sudah diserah terimakan alias PHO.
Dilokasi pengerjaan terlihat jelas tanah urukan yang diduga tidak dilakukan pemadatan, jenis material tanah yang digunakan tidak sesuai, dengan kondisi pembersihan lingkungan dengan dibiarkannya sampah sisa pekerjaan di lokasi pekerjaan. Bahkan adukan material beton tidak sesuai spesifikasi.
“Ini mah asal asalan namanya. Sepertinya CV Cakrawala Anugerah Selatan, selaku pelaksana terkesan hanya berupaya untuk menggugurkan pekerjaan secara administratif semata. Lihat dibeberapa bagian masih ditemukan banyak kejanggalan dan tidak sesuai dengan bestek,” kata warga dilokasi pengerjaan.
Menanggapi pekerjaan itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Tulang Bawang Barat Angga mengatakan, secara fisik pekerjaan jembatan dimaksud sudah di PHO dua bulan yang lalu. “Memang pada saat jebol, itu kan tanggul yang di bawah,” kata Angga.
“Itu saluran yang lama dan hanya ditutup oleh mereka (rekanan). Dan sudah saya sampaikan kepada pihak rekanan agar itu dibuka saja dan diganti buis beton serta dibuat acian yang bagus jangan yang acian satu tujuh. “Apalagi pada saat ini sudah mulai musim hujan dan ketika hujan deras maka akan ambrol.Secara spesifikasi untuk pengerjaan tanggungjawab pihak rekanan,” dalih Angga.
Kabid Salahkan Alam
Komisi III DPRD Tulang Bawang Barat bersama Kabid Bina Marga Dinas PUPR meninjau pembuatan penggantian Jembatan Box di Tiyuh Candra Kencana yang amblas di duga pengerjaan asal jadi, Senin 04 Desember 2023 lalu. “Iya pengerjaan jembatan ini sudah di PHO, kurang lebih dua bulan yang lalu informasi dari Angga selaku PPTK nya, dan ini masih masa pemeliharaan, ” Iwan Balaw.
Menurut Iwan, penurunan yang terjadi pada timbunannya akan segera ditindak lanjuti dan diperbaiki hingga fungsional pekerjaan ini menjadi baik kembali. “Untuk perencanaannya sudah sesuai Box nya, dengan lebar dimensinya, Hanya ini karena faktor alam juga cuaca hujan sehingga mengalami penurunan di timbunan opretan jembatan ini. Tentunya ini akan diperbaiki sesuai dengan spesifikasi Bina Marga.” kata dia.
Sementara Ketua komisi III DPRD Tubaba Paisol menyebutkan pihaknya sudah sampaikan ke masyarakat dan meminta juga dari Dinas PUPR untuk cek benar di lapangan. “Mulai dari hari ini di tindak lanjuti kenapa ada penurunan tanah dan kita juga minta di rapikan aliran airnya, supaya tidak tergenang. Saya minta kepada pihak PUPR untuk segera manggil rekanan nya untuk menyelesaikan. Sebelum masa pemeliharaan ini berakhir,” kata Paisol.
Menurut Paisol jika faktor alam justru harusnya baik, karena pengerjaan itu dilakukan waktu musim kemarau. “Cuma kontraktornya ini mengambil tanahnya dari pinggir bukan tanah merah untuk timbunannya. Maka ini kita minta tanah merah yang masuk hari ini untuk timbunanya. Karena ada lapisan lempengan bekas coran jembatan lama yang tidak terkena timbunan sehingga menyebabkan amblasnya timbunan dan bangunan,” jelas dia.
Pasiol meminta kepada masyarakat untuk membantu mengawasi pekerjaan, termasuk masyarakat yang dilibatkan dalam pengerjaan. “Kita akan kroscek langsung dimana ada laporan masyarakat pengerjaan kurang baik. Karena ini bersumber dari APBD, uang rakyat dan untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Badan Pemerintahan Tiyuh (BPT) Tiyuh Candra Kencana meminta pelaksana pkegiatan melaksanakan pengerjaan sesuai dengan yang di harapkan. Karena itu akan dimanfaatkan masyarakat. “Harapan kami selaku warga mewakili BPT Tiyuh Candra Kencana di harapkan sesuai dengan kebutuhan kami. Terutama untuk talud nya ini kurang tinggi nanti kalau air nya meluap atau naik maka jalan ini akan putus oleh air. Kami juga ikut mengawasi pengerjaan jalan ini,” katanya. (Red/**)