
Bandar Lampung (SL)-Setiap menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, setiap orang khususnya kaum muslimin terbilang mampu sudah mempersiapkan hewan kurbannya jauh-jauh hari.
Hewan kurban yang disiapkan tidak hanya sehat tapi juga harus sesuai syariat Islam. Hal ini bertujuan agar daging kurban hasil sembelihan benar-benar berkualitas dan halal dikonsumsi.
Sebelum diserahkan kepada juru sembelih, hewan kurban harus memiliki kondisi fisik terbaik, tidak cacat dan terjangkit penyakit.
Kendati demikian, pentingnya mengetahui cara memilih hewan yang aman.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Bahri mengingatkan pentingnya kesehatan hewan kurban dan memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam.
“Hewan Kurban harus cukup umur, sehat dan tidak cacat serta layak dikurbankan,” ujar Anwar kepada sinarlampung.co, Selasa, 6 Juni 2023.
la juga memaparkan potensi penularan penyakit, baik yang bersifat zoonosis (menular ke manusia) dari hewan ternak yang akan dikurbankan maupun dari produk hewan ternak yang telah di potong.
“Sehingga status kesehatan ternak sangat penting untuk di lihat dan di lakukan pemeriksaan secara mendalam terutama oleh petugas-petugas yang berkompeten seperti dokter hewan, paramedik, petugas teknis peternakan maupun relawan yang telah dilatih,” tegasnya.
Anwar menambahkan beberapa langkahย yang harus dilakukan para peternak agar ternak mereka tetap sehat khususnya hewan kurban.
Pertama, meningkatkan biosecurity terhadap hewan ternak yang akan dikurban, meliputi desinfeksi, kebersihan kandang dan batas lalu lintas ke lokasi ternak terutama orang dari luar.
Kedua, memastikan pakan ternak terpenuhi/tercukupi dan memperhatikan kualitas serta kuantitas pakan, baik pakan hijau maupun pakan tambahan (konsentrat).
Ketiga, pemberian obat cacing secara berkala minimal setiap enam bulan sekali. pemberian multivitamin/mineral secara rutin untuk memastikan daya tahan tubuh ternak dalam kondisi baik.
Kelima, pemeriksaan rutin dari petugas peternakan (Puskeswan/Dinas Kab/Kota) untuk memastikan hewan ternak dalam kondisi sehat.
Selain memaparkan tips agar hewan ternak tetap sehat, Anwar Bahri juga menyinggung soal pelatihan relawan pemeriksaan hewan kurban yang digelar mulai besok, 7-8 Juni 2023 di Unila. Di mana hari pertama digelar di ruang A1 Dekanat FP dan hari kedua di ruang Jurusan Peternakan Polinela Unila.
Adapun materi seminar di hari pertama, yakni, “Teknik Pemeriksaan Ante-Mortem dan Post-Mortem Hewan Kurban” dengan narasumber Dosen Jurusan Peternakan FB Unila, Purnama Edi Santoso.
Kemudian di hari kedua, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung menjadi narasumber materi “Tata Cara Pengisian Formulir Pemeriksaan Hewan Kurban”.
Anwar berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan petugas yang dilatih sebagai bekal untuk melakukan pengawasan saat melakukan pengawasan dan pemantauan hewan kurban.
“Juga meningkatkan cakupan wilayah pengawasan terutama lokasi-lokasi di sekitar tempat tinggal relawan yang sudah terlatih,” pungkasnya. (Heny)