
Pringsewu, sinarlampung.co – Malam akhir pekan di sejumlah rest area Kabupaten Pringsewu disebut berubah menjadi arena kebut-kebutan. Aktivitas balap liar yang diduga kembali marak pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari membuat warga sekitar merasa terganggu dan khawatir.
Suara knalpot yang bising hingga kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi menjadi pemandangan yang dikeluhkan warga. Kondisi tersebut dinilai bukan hanya mengganggu waktu istirahat, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut kerap muncul pada malam Minggu, ketika sejumlah titik rest area mulai ramai didatangi masyarakat dan anak muda.
Kekhawatiran warga semakin besar karena aksi kebut-kebutan berlangsung di ruang yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
“Kami meminta pihak kepolisian melakukan penjagaan pada malam Minggu. Kami resah karena balap liar dapat membahayakan pengendara lain dan mengganggu masyarakat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani ketika aksi balap liar sudah berlangsung.
Patroli rutin pada malam akhir pekan dinilai lebih penting untuk mencegah titik-titik tersebut kembali dijadikan tempat berkumpul sekaligus arena kebut-kebutan.
Warga berharap keberadaan petugas di lokasi-lokasi yang dianggap rawan dapat menjadi langkah pencegahan. Selain menciptakan rasa aman, patroli juga dinilai dapat mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang mungkin terjadi akibat aksi kebut-kebutan.
Masyarakat juga meminta apabila petugas menemukan adanya aktivitas balap liar, tindakan dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum agar situasi segera kembali aman dan tertib.
Bagi warga, persoalannya bukan sekadar suara kendaraan yang mengganggu. Aktivitas balap liar juga menyangkut keselamatan pengguna jalan yang tidak mengetahui kapan kendaraan berkecepatan tinggi melintas.
Karena itu, warga berharap Polres Pringsewu memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah titik rest area yang dinilai rawan, terutama pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Masyarakat meminta patroli tidak dilakukan secara sporadis, tetapi menjadi langkah rutin pada jam-jam yang dianggap rawan sehingga aktivitas balap liar dapat dicegah sebelum kembali mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Pringsewu terkait dugaan maraknya balap liar di sejumlah rest area tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian. (Red)