
“Semalam hujan deras dan mengakibatkan banjir. Air sungai meluap dan melebihi pondasi tanggul sehingga merobohkan tanggul penahan air,” kata Roni, di lokasi tanggul jebol.
Dari runtuhan tanggul, nampak bangun Tanggul Penahan Air yang baru tiga pekan seledai dibangun itu di kerjakan asal-asalan. Kontruksi tanggal hanya menempel oleh sebilah bambu dan tidak ada besi penyangganya.
Dari keterangan RT setempat menyebutkan proyek tanggul itu dikerjakan oleh Dinas PU Kota Bandar Lampung. Parahnya lagi dari informasi yang berhasil di himpun media melalui mengatakan, Proyek tersebut diduga dikerjakan oleh Dinas PU Kota Bandarlampung.
“Waktu itu ada salah satu seseorang pengawas yang mengaku namanya “E” dari pihak Dinas PU. Saya juga menanyakan surat dari PU mana, karena itu untuk Arsip saya menyampaikan ke Bu lurah, dan surat itu saya tunggu dari proses awal pengerjaan sampai selesai surat tersebut tidak di berikan kepada saya, ” kata Juli, Kepala RT 01 Jalan Timbai Kelurahan Segala Mider.
Menurut Juli, memang pembangunan tersebut tidak ada penyangganya dan hanya menempel saja. “Sudah sempat kami kasih tau dari awal. Pembangunan tanggul penahan air tersebut seharusnya ada besinya kenapa ini hanya sebilah bambu untuk penyangganya,” katanya.
Disinggung terkait apakah pihak Kelurahan setempat mengetahui proses pengerjaan pembangunan tersebut, pihak kelurahan mengaku tidak mengetahui dari mulai proses pengerjaan dan hingga selesai.
“Saya selaku Kelurahan Segala Mider tidak mengetahui mas kalo ada proyek masuk pembangunan untuk penahanan air, karena dari dinas juga tidak ada surat yang masuk, ” kata Farida, Kepala Lurah Segala Mider saat ditemui di Kantor Kelurahan.
“Kami dari kelurahan terimakasih kepada awak media yang telah memberikan informasi kepada kami, dan sini juga kami akan melakukan tindakan tegas serta akan memanggil pihak-pihak terkait,” katanya.
Wartawan mencoba menghubungi pihak pengawas yang mengaku namanya sebut saja “E” mengatakan, bahwa bener proyek Penahanan air Tersebut dari Pihak PU Kota Bandar Lampung yang bersumber dari Rukun Kematian. “Proyek kami yang mengerjakan mas, dan itu dari pihak PU Kota Bandar Lampung, yang total anggaran sekitar kurang lebih PL Rp180 juta, ” katanya melalui sambungan pihak telpon.
Menurut E, bahwa proyek selesai pengerjaan selama kurang lebih dua Minggu dan ini kami masih Koordinasi juga dengan pihak PU atas jebolnya Proyeks Penahanan Air yang telah kami kerjakan. “Penahanan Air ini tinggi Kurang lebih 3 Meter mas, ” ungkapnya.
Belum ada penjeladam dari Dinas PU Kota Bandar Lampung terkait jebolnya tanggul tersrbug. Pihak PU bahkan belum menijau kelokasi tanggul jebol itu. (Red)