
Lampung Utara (SL)-Dewan Penasehat (Wanhat) PWI Lampung Utara Rolly Johan meminta PWI Provinsi Lampung tidak menghambat proses perpanjangan Kartua Anggota PWI. Terutama milik pengurus dan anggota yang ada di Kabuaten Kota. Pasalnya, dirinya sendiri mengalami hal itu, sejak lima bulan lalu belum juga selesai. Sementara banyak yang lainnya, hanya hitungan satu dua bulan bisa keluar.
“Saya sudah lima bulan terakhir ini mengajukan perpanjangan kartu anggota PWI saya ke PWI Provinsi Lampung. Namun, hingga kini belum juga diterbitkan kartu terbaru. Saya ingin katakan, hal semacam ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi saya, sebagai anggota PWI. Kenapa bisa begitu?,” kata Rolly, saat ikut menghadiri kunjungan Bakal Calon Ketua PWI Lampung Juniardi.
Karena itu, Rolly berharap, hal semacam itu tidak terulang lagi, dimasa yang akan datang. Sehingga tidak menimbulkan kegamangan para anggota PWI di Lampung. “Karena PWI itu organisasi profesi yang mengayomi seluruh anggota yang notaben wartawan,” Katanya.
Hal sama di alami, salah satu anggota PWI di Tulang Bawang, yang hinggi kini KTA justru ditahan salah satu pengurus, entah untuk kepentingan apa. “Lama sekali KTA saya terhambat. Saya kira sudah tidak keluar lagi. Ternyata sudah ada, dan sekarang juga ditahan, dengan disodorkan tanda tangan surat mandat kosong. cara cara begini sungguh tidak baik,” katanya.
Menanggapi hal itu, Juniardi mengatakan, bahwa jika Kartu anggota PWI habis, maka ada waktu enam bulan untuk di perpanjang. “Kartu PWI bagi anggota yang akan memperpajang masa berlaku kartunya diberi tenggat enam bulan. Jadi jika yang habis OKtober, Nobember 2021 itu masih aktif, diurus saja,” kata Juniardi.
Juniardi berjanji akan menelusuri dan menyampaikan hal itu kepada Sekertaris dan Sekretariatan PWI Provinsi Lampung terkait permasalahan tersebut.”Kita akan coba telusuri, dimana macetnya permasalahan ini. Karena setau saya, pengurusan perpanjangan kartu tersebut paling lama sebulan dua bulan. Bahkan idealnya tidak pake lama,” katanya.
Sebelumnya Wakil Bidang Pembelaan wartawan PWI Lampung, Juniardi SIP MH, yang juga salah satu Bakal Calon Ketua PWI Lampung periode ke depan. Juniardi berbeda dengan para bakal calon sebelumnya yang sudah mendeklarasikan calon Sekretarisnya masing-masing.
Kedatangan Juniardi hanya didampingi Tim Relawan Pemenangannya, dan disambut Ketua PWI Lampura M. Rozi Ardiansyah didampingi Sekretarisnya Riduan, beserta jajarannya, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin 25 oktober 2021. ”Untuk kepengurusan kita serahkan kepada semua peserta Konferprov. Kita pastikan untuk menyatukan semua unsure PWI jika nanti terpilih,” katanya.
Kepengurusan akan disusun melalui tim formatur. “Bisa jadi kita akan tetap mempertahankan para bakal calon lain yang belum beruntung untuk menempati posisi Sekretaris, maupun bendahara. Ini upaya kita untuk mempersatukan PWI Lampung pasca Konferprov Lampung,” kata Juniardi.
Juniardi juga menegaskan, kepengurusan PWI akan melibatkan utusan dari kabupaten/kota untuk menjadi tim formatur, sehingga dapat mengakomodir seluruh sumber daya yang ada di kabupaten/kota, untuk masuk kepengurusan PWI Lampung. ”Intinya kita ingin semua kabupaten kota dapat hadir di Provinsi Lampung, dalam rangka PWI Lampung maju bersama,” imbuhnya.
Juniardi menyatakan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta konfercab PWI Lampung, untuk menentukan arah pilihannya. Juniardi juga berjanji akan memangkas berbagai kebijakan yang dapat merugikan PWI Kabupaten/Kota seperti berbagai kebijakan yang memberatkan. “PWI Lampung punya wilayah sendiri dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Kabupaten/Kota juga demikian. Jadi pembagian wilayah harus jelas,” imbuhnya.
Ketua PWI Lampung Utara M. Rozi Ardiansyah mengatakan, jika dirinya menyambut baik para bakal calon ketua PWI Lampung yang bersosialisasi ke PWI Lampung Utara. “Kita sambut baik. Yakin saja, kami pengurus PWI Lampung Utara tidak ada intervensi terhadap anggota yang memiliki suara dalam pelaksanaan Konfercab PWI Lampung,” kata dia.
Rozi memastikan para anggotanya untuk menyampaikan hak pilihnya secara langsung, bebas dan rahasia, di Konferprov, dan tanpa intervensi. “Semuanya kita serahkan kepada peserta yang sudah memiliki hak suaranya,” katanya. (edwardo/Gandi)