
Jakarta (SL)-Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Abdul Ghaffar Rozin mengimbau masyarakat pesantren untuk berhati-hati dan waspada terhadap perkembangan terbaru pandemi Covid-19. Pasalnya, virus itu juga menyebar di pesantren-pesantren di wilayah Madura, Jawa Timur; Jawa Tengah seperti di Kudus, Pati, Demak, Jepara, dan daerah lainnya.
Dilangsir dari laman resmi MUI, Rabu 7 Juli 2021, Wasekjen MUI yang juga menjabat sebagai ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama ini bahkan mengatakan memiliki data bahwa terjadi peningkatan jumlah ulama yang menderita Covid-19.
“Peningkatan penularan yang sangat signifikan terhadap para kyai dan pengasuh pesantren, terutama di seluruh wilayah Madura dan wilayah lain seperti Jawa Tengah utara seperti Pati, Kudus, Demak, Jepara, dan daerah lainya, terjadi secara merata” katanya.
Tidak disebutkan berapa persen peningkatan penularan Covid-19 di pesantren, dan berapa jumlah santriwan, santriwati, kyai dan ustad yang telah terpapar. Namun berdasarkan catatan RMI, selama pandemi Covid-19, hingga 4 Juli 2021 sebanyak 584 kyai telah wafat.
“Pesantren sebenarnya memiliki awarenes atau kesadaran yang sangat tinggi terkait bahaya Covid-19, akan tetapi setelah lebaran, kondisi di masyarakat sudah banyak yang mulai bosan dan diiringi dengan kembalinya aktivitas pendidikan di pondok pesantren,” katanya.
Kondisi ini, lajut pria yang akrab disapa Gus Rozin ini, diperparah dengan munculnya varian baru Corona yang kehadirannya tidak bisa diantisipasi dengan baik, sehingga menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya kasus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.
Gus Rozin pun mengimbau pondok pesantren yang pendidikannya berada di dalam kompleks, agar melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat; jangan memulangkan santri kepada keluarganya; membatasi keluar masuk tamu; dan menyiapkan ruang isolasi.
Untuk pesantren dengan pendidikan santrinya di luar kompleks, apalagi yang aktivitas sekolahnya bercampur dengan siswa/i dari luar, Gus Rozin menyarankan hendaknya melaksanakan pembelajaran secara daring atau dalam jaringan, dari asrama masing-masing.
“Untuk para jamaah, alumni, dan wali santri, sebaiknya menghindari mengundang kyai untuk hadir dalam acara yang dapat mengundang banyak orang. Cukup meminta doa restu saja kepada sang kyai,” katanya.
Seperti diketahui, Indonesia sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19 akibat menyebarnya varian Delta, Alpha, Beta dan Kappa.
Data covid19.go.id menunjukkan, hingga Rabu 07 Juli 2021 pukul 06:00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.345.014 kasus, bertambah 31.189 kasus dari hari sebelumnya, sementara jumlah kematian bertambah 728 orang menjadi total 61.868 orang. (Red)