
Tulang Bawang Barat (SL)-Sejak satu tahun terakhir, mesin genset untuk sumur bor yang di bangun pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat tiga tahun yang lalu di RK 04, Rt 01 Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah tidak ada ditempat. Mesin aset pemerintah itu kini berada di bawah kekuasaan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tubaba.
Namun Kepala Bidang Bina Marga PUPR Tubaba menyatakan mesin itu ada dirumahnya karena rusak, dan untuk sumur bor sudah di ganti menggunakan listrik. Dia juga mengancam wartawan untuk tidak memberitakan masalah tersebut.
βYa pak Genset tersebut ada dirumah pak Bahar. Sudah lama sekali, sekitar satu tahunan lebih. Alasannya pinjam untuk menghidupkan lampu dirumahnya. Namun hingga saat ini belum di kembalikan. Silahkan tanya langsung ke pak Bahar. Tapi jangan bilang dari saya,β kata warga Tiyuh Pulung Kencana, kepada wartawan, dilangsir Harian Zona Lampung Selasa 15 Desember 2020.
Menurutnya, lokasi sumur bor itu berada di dekat rumahnya. Sempat diusulkan atas nama dirinya kepada dinas terkait. Sumur bos itu digunakan untuk 36 rumah masyarakat sekitar. βKita ini pak orang kecil sedangkan pak Bahar itu orang besar, orang dinas PU juga. Jadi kita takut pak. Mau ngomong apa apa, apalagi anak saya bekerja sama dia,β katanya.
Terkait tudingan Kabid Bina Marga PUPR Tubaba, Baharudin membenarkan jika mesin genset tersebut ada dirumahnya sejak satu tahun dengan kondisi rusak, maka dari itu diganti dengan listrik, βKamu kesini saja berdua. Datang kerumah saya, kamu lihat sendiri gensetnya sudah rusak untuk sumur bor tersebut dan sudah saya ganti dengan listrik silahkan tanya dengan masyarakat,β katanya dengan tinggi.
Baharudin meminta wartawan jangan konfirmasi melalui telpon celuller, tapi datang kekantor dan jangan ke rumah apalagi kalau direkam. “Nanti kamu saya laporkan ke polisi karena tidak di izinkan untuk merekam sebab telah menyalahi undang β undang ITE. Omongan saya jangan di rekam. Karena saya tidak mengizinkan dan kalau berita ini sampai di terbitkan kamu akan saya laporkan ke Polisi, karena sudah menyalahi undang β undang ITE. Dirumah saya saat ini sudah ada polisi,β katanya. (zl/red)