
Muba (SL)-Jalan Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, sepanjang 800 meret rusak parah, bahkan berkubang dan becek seperti sawah musim tanam padi. Warga menyebut bak kubangan kerbau. Kondis jalan sulit dilalui pejalan kaki, dan berbahaya untuk dilalui kendaraan bermotor.
Kondisi jalan tanah itu tidak pernah mendapat perhatian dan tidak tersentuh pembangunan pemerintah Muba, termasuk Dinas PU PR Muba. Jalan pernah di perbaiki dengan batu onderlagh tapi dengan kualitas asal. “Jalan yang biasa disebut sebagai jalan alternatif bagi masyarakat desa ini kondisinya rusak parah dan dan berlumpur, juga kondisi jalan itu sangat berbahaya untuk dilalui para pengendara yang melintasi jalan dari arah Kasmaran menuju Pinggap dan sebaliknya,” kata Amer (43), warga Kecamatan Babat Toman, di lokasi jalan.
Sinarlampung.com menyaksikan anak sekolah SD dan SMP yang berangkat ke sekolah kerap terlambat, karena harus ekstra hati hati meintasi jalan itu. Jumad (31/1 2020). “Jalan itu sangat tidak layak lagi. Anak-Anak sekolah SD dan SMP dilewati melihat pengendara sepeda motor yang berjalan atau pun jalan kaki sangat lambat dan penuh hati-hati karna banyak lumpur dan becek kayak tidak sesuai lagi di lewati oleh Manusia,” katanya.
Hal senada di katakan Rudi, jika hujan, masyarakat dan anak sekolah SD Dan SMP kesulitan meintasi jalan itu. “Mereka harus melepas sepatu dan menggulung pakaian sekolah. Becek air lumpur, dan genangan,” kata Rudi. (Sudir)