
Yogyakarta (SL)-Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan Pelatihan Mahasiswa Kader Bangsa (PMKB) Tingkat Nasional, di Kampus Utama UAD, di Tamanan, Bantul, Sabtu hingga Selasa (28-31/12). Diikuti 80 mahasiswa dari 15 PTMA se-Indonesia.
Memasuki hari kedua, salah satu pemateri adalah Wakil Dekan Fakultas Hukum (FH) UAD Dr Norma Sari SH MHum yang membawakan materi “Tantangan dan Isu Terkini HAM di Indonesia”. Dijelaskan, Pelanggaran HAM adalah kejahatan yang dilakukan oleh negara, jika pribadi maka itu disebut pelanggaran pidana.
“Harus disadari bahwa HAM menjadi bagian dari perjuangan kaum intelektual termasuk mahasiswa. Maka, kenalilah apa itu HAM, kemudian kritisi, dan yang paling penting lakukan aksi nyata demi penegakkan dan kemajuan HAM di Indonesia. Hal ini sejalan dengan spirit Muhammadiyah yang mengusung spirit Islam yang Berkemajuan,” ujar Norma.
Pembicara berikutnya, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) dan Dosen FH UGM Dr Zainal Arifin Mochtar SH LLM menyajikan materi” Tantangan dan Isu Demokrasi dan Humanitas”. Disampaikan, demokrasi memiliki banyak varian, namun yang terpenting adalah esensinya. Demokrasi tidak melulu soal sistem “one man one vote”, tapi lebih dari itu ada nilai kejujuran, integritas, dan HAM yang harus ditegakkan.
“Belakangan, demokrasi mengalami defisit karena lunturnya nilai, bahkan di negara yang terkenal paling demokratis sekalipun. Demokrasi sebagai sebuah sistem semakin menguat, tetapi demokrasi yang memiliki nilai, substansi, dan moral justru melemah. Jangan sampai Indonesia menuju ke arah yang Demokrasi yang justru memecah belah bangsa, yang tidak fair dan menjual isu yang saling mendiskreditkan satu sama lain. Kekuasaan dan Demokrasi harusnya berkorelasi dengan kesejahteraan,” ungkap pria yang pernah menjadi moderator Debat Capres ini, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Bimawa UAD Danang Sukantar SPd MPd.
Pembicara lain yakni Drs Suwarsono Muhammad MA menyajikan “Reposisi Strategis Indonesia dalam Pencapaian Indikator Daya Saing Bangsa”, Dra Uswatun Khasanah MSi menyampaikan “Peran Pemuda dalam Menghadapi SDGs”, Dr Budi Wahyuni MA menjelaskan “Tantangan dan Isu dalam Bidang Kesehatan”, dan Drs Anhar Anshori MSi PhD memaparkan “Peran Pemuda dalam Gerakan Muhammadiyah di Era Milenial”.(rls)