
Lampung Utara (SL)-Realisasi dana desa (DD) yang berasal dari pemerintah pusat di wilayah Kabupaten Lampung Utara disinyalir hanya menjadi bancaan oknum kades. Pasalnya, selain mendapatkan keluhan warganya karena pembangunan yang diduga dipekerjakan asal-asalan sehingga pekerjaan belum cukup usia namun sudah banyak ukiran.
Masyarakat desa setempat tidak dilibatkan dalam pembangunannya, jangankan mau ikut mendukung dalam hal pengawasan ataupun lainnya. Sehingga masyarakat bertanya-tanya mengenai pembangunan tersebut.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Senin (30/12/2019), nampak jelas pekerjaan yang dilakukan tidak memenuhi standar. Seperti misalnya jalan rabat beton di Desa Tulung Balak, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang banyak menuai keluhan. Bagaimana tidak, pekerjaan itu nampak dikerjakan asal jadi sehingga tidak sesuai harapan. “Terlihat sangat jelas, itu hanya topeng saja. Sedangkan warga mengharapkan pembangunan yang berkualitas. Namun realitanya tak seperti yang diharapkan warga,” tandas warga yang melintas disana.
Selain itu, warga juga berharap kepada pemerintah setempat melalui dinas terkait agar dapat melakukan croscek ke lapangan guna melakukan pemeriksaan, baik secara fisik maupun adimitrasi. Sebab, besar dugaan bahwa pekerjaan itu dikerjakan ‘asal jadi’ oleh oknum pejabat desa.
Selain pembangunan yang melalui anggaran dana desa. Desa Tulung Balak juga telah mendapatkan program PAMSIMAS. Namun demikian, pembangunan itupun diduga tak sesuai dengan pelaksana kegiatan dan petunjuk teknis (Juklak dan Juknis).
Sedangkan, program PAMSIMAS merupakan salah satu program dan aksi nyata pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Secara umum, Program PAMSIMAS ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin per desa/kelurahan dan meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun/menyediakan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.
Namun berbeda dengan pembangunan di Desa Tulung Balak seperti yang disampaikan Tar, warga setempat mengatakan terkait soal pembangunan didesanya ia menimbulkan sebuah pertanyaan. Sebab, warga desa setempat sempat berpikir mengenai bangunan yang tak sama dengan desa lain.
“Ya kami lihat kenapa PAMSIMAS bangunannya seperti itu. yang herannya, kenapa pihak pengelola mengunakan batu kali,” ujar Tar.
Lanjut Tar menuturkan, dengan kondisi pembangunan PAMSIMAS yang diduga tak penuhi juklak dan juknis sehingga kekokohanyapun tak terjamin. Sebab, bangunannya diletakan dengan cara membendung sungai. Sehingga kami duga tidak akan bertahan lama.
“Soalnya beberapa pekan lalu bangunan itu jebol di terjang air, Mas. Dan saat ini mereka ganti dengan bronjong,” jelasnya.
Kepala desa (Kades-red) Tulung Balak Hendra pada saat dikonfirmasi melalui telpon seluler dengan no 08127801XXXX namun tidak aktif. Hingga berita ini diterbitkan kades belum dapat dikonfirmasi. (tim)