
Lahan (SL)–Langkah kaki Suratno dan istrinya mendadak terhenti. Jantung kedua petani yang hendak ke kebun itu berdegub kencang. Perlahan tapi pasti, kedua berlari mengendap-endap sesaat,, lalu berlari sekencang kencangnya. Mereka melihat Harimau dewasa sedang tidur di bawah pohon dekat kebun mereka, Sabtu 14 Desember 2019, pagi.
Warga Desa Masam Bulau, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, itu dirundung ketakutan, dan urung untuk pergi ke kebun, Pertemuan dia saat hendak pergi ke kebun Harimau berukuran besar itu mengiang kabar dua temannya sesama petani, yang di mangsa Harimau.
Baca: Harimau Makan Sebagian Anggota Tubuh Petani Kopi di Kota Agung Lahat
Baca: Ambil Hasil Panen Petani Kopi di Kawasan Gunung Dempo Dimangsa Harimau
Suratno petani yang melihat harimau tersebut mengaku, langsung berlari ketika melihat Harimau yang sedang istirahat berbaring di bawah pohon kebun kopi. Beruntung Harimau itu tidak menyadari keberadaan dia dan istrinya yang hendak pergi ke kebun. “Saya melihat Harimau besar itu berbaring, matanya tidak mengarah ke saya dan istri saya. Harimau tidak melihat kami, alhamdulillah kami masih sempat berlari,” katanya.
Seperti nasib, Yanto (35) warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, ditemukan tewas mengenaskan akibat diterkam Harimau, dikebun kopi dekat Hutan Lindung, Desa Tebat Benawa, Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Kamis 05 Desember 2019 lalu. Disusul Mustadi (50), petani asal Desa Pajar Bulan Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, yang juga tewas di mangsa Hariamau.
Teror Harimau Sumatera, terjadi di Sumatera Selatan, dan Riau. Sejak tiga bulan terakhir. Sementara di Sumatera Selatan, sejak tanggal 15 November 2019, saat warga menemuan jejak kaki harimau di Dusun Margo Mulyo, Kelurahan Dempo Makmur, Pagaralam Utara, Pagaralam. Jejak kaki itu berada di sekitar kandang kambing milik Saparudin (67). Temuan jejak kaki raja rimba itu menjawab, teka teki warga yang kehilang hewan ternak selama ini.
Hal yang sama dialami, Deri Aprilia Usman, yang juga melihat sepasang harimau, bersama satu anaknya, terlihat mendekati kampung Terkol, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Sabtu 14 Desember 2019. Harimau Sumatera itu mendekati pemukiman desa. “Harimau sumatera itu sudah terlihat hampir memasuki desa Terkol,” katanya.
Harimau tersebut terlihat di hulu Desa Terkol, berdekatan dengan Pangkalan Batu. Sepasang Harimau dewasa bersama satu anak harimau. “Bahkan kabar warga, anaknya sempat kena tabrak mobil di jalan Terkol-Tanjung Tebat,” kata Deby diangsir lahatonline.com.
Warga Desa Terkol sempat berkumpul dengan memegaang berbagai peralataan senjata, mengantisipasi hal hala yang tidak diinginkan. Mereka berkumpul diujung ujung desa. menunggu perkembangan, atas kehadiran Harimau yang mulai mendekati desa.
Kades Masam Bulau Joni Hartono mengatakan, dia mendapat laporan dari Suratno, sesaat setelah petani tiba di desa. Suratno langsung memberitahukan apa yang ia lihat di perkebunan kopi. “Setelah mendapat laporan dari petani, kami berinisiatif untuk menyebarluaskan informasi ini kepada petani dan warga lainnya. Kami mengimbau, agar petani di jangan dulu pergi ke kebun, untuk menghindari hal yang tidak di inginkan,” katanya, kepada wartawan, Sabtu (14/12).
Menurut Joni, ketakutan warga di desa akan bahaya harimau bukan terjadi kali ini, setidaknya sejak satu bulan belakangan ini, warga tidak berani untuk melakukan aktifitas pertanian di kebun kopi. “Memang sebelumnya ada tanda tanda harimau, seperti jejak kaki hewan tersebut. Namun yang paling membuat heboh, ialah saat petani melihat langsung harimau,” katanya. “Jarak wilayah perkebunan warga yang melihat harimau dengan hutan lindung terbilang cukup jauh, yakni di Ataghan Masam Bulau, yang hanya berjarak 2 kilometer dari Desa Masam Bulau,” katanya.
Mantan Kades Masam Bulau Wasrun Dani juga mengkhawatirkan, ketakutan tersebut akan berdampak terhadap melemahnya ekonomi masyarakat.“Sebagian besar pekerjaan warga di desa kami ialah petani, ada yang menggarap sawah maupun kebun kopi. Hal ini saya takutkan akan berdampak kepada perekonomian masyarakat, mereka tidak bisa lagi untuk pergi ke kebun karena takut diserang harimau,” katanya.
Wasrun Dani bersama Kades, perangkat desa, tokoh masyarakat dan BPD berharap, melakukan pertemuan untuk membahas masalah harimau, pihaknya ingin agar ada tindakan dari pihak terkait mengenai penanganan temuan harimau di desa mereka.
“Kami telah melakukan pertemuan, yang hasilnya hanya bisa memberikan imbauan kepada masyarakat yang bertani di Ataghan Masam Bulau. Kami sangat berharap, pihak Pemkab Lahat dan BKSDA, dapat melakukan penyisiran lokasi ditemukannya harimau, dan mengambil tindakan. Memang sampai saat ini belum ada korban, namun warga tetap khawatir dan tidak berani pergi ke kebun karena takut dengan harimau,” katanya. (Juniardi)