Bandar Lampung (SL)-Angka tingkat kemiskinan Lampung menurun 0,39 poin do tahun 2019. Namun angka garis kemiskinan mengalami kenaikan 2,06%. Ini menandakan tingkat pendapatan penduduk miskin mengalami kenaikan karena lajunya mengimbangi kenaikan garis kemiskinan.
“Secara umum kecepatan penurunan tingkat kemiskinan di perkotaan lebih cepat dibandingkan perdesaan,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Mas’ud Rifai, pada acara workshop pemanfaatan indikator statistik untuk wartawan 2019, di Gedung BPS Lampung, dan Kamis, 5 Desember 2019.
Menurut Mas’ud Rifai, menurut Bappenas 1993, Kemiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak si miskin, dan melainkan karena keadaan yng tidk dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. “Kemiskinan dimana Kondisi dimana seorng atau kelompok orng yang tidk mampu memenuhi hak hak dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat,” katanya.
Konsep kemiskinan yang dipakai BPS dan juga beberapa negara lain adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, dan Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonpmi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan diukur dari sisi pengeluaran.
Sensus 2020
Mas’ud Rifai, menjelaskan sensus penduduk di Indonesia dilkukan 10 tahun sekli, jadi pada tahun 2020, Indonesia bersama beberapa negara di dunia juga akn melakukan sensus penduduk.
Saat ini, dan data BPS mencatat jumlah pendudukan Indonesia ada 264 juta jiwa, dan selisih 3 juta penduduk dari data Disdukcapil. “Sensus akan dilkukan mulai Februari-Maret 2020, dengan pencatatan pada Juli 2020. Slogan kita tahun 2020 adalah mari sukseskan mencatat indonesia ” katanya. (jun)