
Lampung Utara (SL)-Lampung Utara di gemparkan dengan kasus dugaan “Reses” khusus oknum anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Herwan, anggota Komisi I, Fraksi Partai Demokrat Lampung Utara, yang digrebek massa, saat berada di rumah janda, EY, di Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Minggu (24/11) malam, sekitar pukul 22.10 WIB.
Baca : Berduaan dengan Seorang Janda, Oknum DPRD Lampura Digerebek Warga?
Warga yang lama curiga ada sesuatu yang janggal antara Herwan dan EY, berada dalam rumah, mengepung rumah milik EY, bersama Ketua RT Sindang Sari, dan Bhabinkamtibmas. “Penggerebekan yang dilakukan oleh warga terhadap oknum wakil rakyat tersebut bukan tanpa alasan. Herwan sudah sering berkunjung dikediaman warganya yang diketahui sudah tidak memilik suami atau berstatus janda,” kata Ketua RT Ashadin Ashar.
Bahkan, kata Ashadin, ini bukan kali pertama dilakukkan warga. Karena sebelumnya pernah di gerebek namun lolos. “Dulu pernah kami grebek, tetapi lolos dari pantauan warga setempat. Kemungkinan rencananya sudah diketahui yang bersangkutan,” tandas Ashar.
Dihadapan wartawan di lokasi penggerebekan, Herwan mengaku tidak melakukan apa apa. Kedatangannya kerumah EY dalam rangka aada urusan, tanpa merinci bentuk urusan di maksud. “Nggak juga, belum pernah ke sisni, dalam minggu ini baru sekali, Dulu pernah mampir, rame juga,” kata Herwan.
Saat ditanya tahukan bahwa rumah wanita itu adalah janda, Herwan menjawab tidak tahu. “Gak tau saya soal itu, saya tidak sampai kesitu. Kurang tahu, tidak sampai kesitu, setahu saya ada suami. Kalo bisa ketemu suaminya saya bersukur karena saya ada urusan,” katanya.
Menurut dia, bahwa sebelum warga datang dia sudah bermaksud pulang dari rumah itu. “Saya ini uda mau pulang, kalo ada suaminya saya bersukur, karena ada urusan. Tidak ada perasaan lain atau tujuan lain,” kata sambil menghisap rokoknya, disamping SR.
Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Utara M. Yusrizal, mengaku belum menerima detail kabar itu. “Yah, saya belum mengetahui kejadian itu secara lebih mendetail, namun informasinya sudah sampai kepada saya,” kata M. Yusrizal, saat dikonfirmasi, Senin, (25/11/2019), di kediaman kerabatnya.
Meski begitu, Yusrizal sangat menyesalkan dan merasa prihatin atas adanya insiden tersebut. “Sudah tentu, peristiwa ini harus kami dalami dan tidak bisa menarik kesimpulan secara sembarangan. Dalam arti, kami tidak bisa secara langsung menjustifikasi kader kami begitu saja,” kata Yusrizal, kepada sinarlampung.com.
Yusrizal menghimbau kepada seluruh pihak untuk tetap arif dan bijaksana dalam melihat persoalan ini. “Artinya, kita juga harus bersabar menunggu hasil proses lebih lanjut yang tengah didalami pihak berwajib,” ujarnya.
Kepada pihak keamanan, lanjutnya, diharapkan dapat bekerja dengan profesional sehingga mendapatkan solusi yang terbaik. “Guna mendapatkan terang-benderangnya dalam kejadian ini, secepatnya kami akan melakukan klarifikasi dan hasilnya dengan segera kami sampaikan kepada publik secara resmi,” jelasnya.
Malam kejadian, Herwan dan EY kemudian dibawa mobil patroli ke Polres Lampung Utara. Dan Senin 25 November 2019, siang keduanya sudah kembali ketumahnya masing masing. Herwan kemudian mengundang wartawan jumpa pers di kediamannya. (Red)