
Bandar Lampung (SL)-Organisasi profesi wartawan harus cepat melakukan tranformasi ilmu ilmu baru dalam petkembangan dan kemajuan dunia Jurnalistik, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Jurnalis harus pandai membaca selera zaman.
“Jurnalistik tidak boleh kalah oleh sikap sebagin besar pengelola media yang salah menghadapi kemajuan teknologi. dan karena teknologi tidak lagi bisa terbendung, ” kata Hendra Basuki, Waka Pendidikan PWI Pusat, saat menjadi pembicara pada Safari jurnalistik dan PWI Pusat bersama PWI Lampung, dan dan Astra, di Bandar Lampung, Kamis 21 November 2019.
Bagaimana sekarang ada media media digital, dengan viwier luar biasa tinggi bisa menyaingi media besar, yang dikelola anak anak muda. “Penetrasi pembaca menjadi pemicu, tidak pertama tapi maju dan sukses, sesuai selera jaman,” katanya.
Dunia jurnlistik terus berkembang. Salah satu penyebab perkembangan adalah temuan teknologi baru yang berkaitan dengan dunia jurnalistik. Teknologi itu kemudian mempengaruhi cara kerja jurnalis dalam mencari berita/informasi. “Yang harus bertahan adalah profesionalisme, integritas, indepedensi, dan etika pers,” katanya.
Sebelum ada internet misalnya, para jurnalis televisi menggunakan jasa angkutan untuk mengirim kaset video, sedang jurnalis media cetak mengirim via fax untuk bisa sampai ke kantor redaksi. Semua membutuhkan waktu dan proses yang tidak sedikit.
Nah, kita harus tahu apa saja inovasi teknologi yang mempengaruhi dunia jurnalistik. Inovasi teknologi yang banyak berpengaruh pada dunia jurnalistik.
Alat Perekam Audio Digital.
Sebelum ada alat perekam audio digital, jurnalis hanya bisa mencatat apa yang disampaikan oleh narasumber. Tapi kini dengan adanya alat perekam digital, para jurnalis menghasilkan wawancara dengan cepat dan efisien. Secara drastis mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengedit dan menyiarkan rekaman.
Media Sosial
Kehadiran MySpace, Facebook, Twitter, Instagram dan juga Friendster sebelumnya sangat berpengaruh pada dunia jurnalistik. Kini seorang jurnalis bisa dengan cepat berkomunikasi dengan narasumber melalui jejaring sosial.
Bagi jurnalis, jejaring sosial memungkinkan reporter dan ruang berita untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan masyarakat. Sebagian besar lalu lintas operasi berita online berasal dari jejaring sosial saat pengguna merekomendasikan dan membagikan cerita individual, bukan publikasi individual, satu sama lain. (jun)