
Jakarta (SL)-Pengacara Hotman Paris Hutapea melakukan show secara khusus mengomentari kasus OTT Bupati Lampung Utara oleh KPK. Dalam Show itu Hotman menyebut mulai dari kasus korupsi sang bupati hingga pembunuhan sadis mantan sopir Pribadi Bupati itu. “Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara kini tengah dibawa ke Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Hotman Paris..
Hotman Paris Hutapea tidak hanya menyebut kasus sang bupati, tetapi mengungkap kasus lain terkait pembunuhan secara sadis. Pelaku pembunuhan di antaranya adalah dua oknum aparat pemerintah. Semula, oknum para pembunuh secara sadis di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, bebas berkeliaran. Tetapi, setelah seorang nenek, orangtua korban pembunuhan, mendatangi dirinya dan ditampilkan di acara Hotman Paris Show dan menjadi viral, barulah ada perhatian dari penegak hukum.
Hotman Paris Show mengungkap kasus pembunuhan sadis di Lampung Utara dalam sebuah video yang ia bagikan di akun instagramnya, Senin (7/10/2019) pagi ini. “Berita terheboh oknum Bupati Lampung Utara ditangkap oleh KPK dan dibawa ke Jakarta,” ujar Hotman Paris Hutapea mengawali cerita tentang kasus di Lampung Utara.
“Di daerah itu (Lampung Utara) sebelumnya viral di Hotman Paris Show. Nenek tua datang ke Hotman Paris SHow, anak dibunuh secara sadis. Setelah diviralkan di Hotman Paris Show, semula yang kasusnya macet akhirnya sudah divonis pengadilan,” kata Hotman Paris Hutapea.
Menurut Hotman Paris, ada dua oknum aparat level bawah yang diduga terlibat pembunuhan. “Itulah manfaat dari Hotman Paris Show sebagai ajang viral pencari keadilan. Mohon dukungan dari KPI demi rakyat kecil,” ujar Hotman Paris Show.
Seperti diberitakan, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK kemarin. Agung Ilmu Mangkunegara baru 7 bulan dilantik sebagai Bupati Lampung Utara periode kedua 2019-2024. KPK mengamankan Rp 600 juta dari OTT tersebut yang diduga untuk proyek di pemerintah Kabupaten Lampung Utara.
Agung Nasehati Pejabat Tidak KKN
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ditangkap KPK, Minggu (6/10/2019) adalah menjadi bupati keempat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Lampung. Agung Ilmu Mangkunegara baru 7 bulan dilantik sebagai Bupati Lampung Utara untuk periode kedua 2019-2024, berpasangan dengan Wakil Bupati Lampung Utara, Budi Utomo.
Beberapa hari sebelum OTT KPK di Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara melantik 80 pejabat eselon II, III dan IV. Ironinya saat melantik bawahannya, Agung mengingatkan bawahannya tidak korupsi. “Jangan urusi tupoksi orang, urus saja diri sendiri. Jangan KKN. Sekarang ini uang Rp20 ribu saja sudah menjadi sorotan,” katanya.
Video pelantikan tersebut kini muncul kembali dan menjadi viral karena berlawanan dengan kondisinya saat ini Pelantikan dilakukan oleh Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Jumat 27 September 2019. Di eselon II yang dimutasi yakni Sanny Lumy sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi menjadi kepala Dinas Perikanan.
Kemudian kepala dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat dijabat oleh Syahrizal Adhar, yang sebelumnya kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Jabatannya digantikan oleh Syahbudin yang sebelumnya Kadis PU PR. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Amran Yazid, menjadi staf ahli bidang pemerintahan. Kemudian asisten I diisi oleh Azwar Yazid yang sebelumnya staf ahli.
Kronologi KPK OTT Bupati Lampung Utara
Informasi mengenai OTT KPK di Lampung Utara telah terdengar sejak pukul 19.00 WIB. Pantauan di lapangan, petugas KPK terlihat mendatangi rumah dinas bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Rombongan mobil yang diduga milik petugas KPK ini masuk ke komplek rumah dinas itu pada pukul 20.30 WIB. Di salah satu mobil tersebut terlihat boks berstiker KPK.
Beberapa kepala dinas juga terlihat berdatangan ke rumah dinas tersebut. Mereka terlihat terburu-buru masuk ke dalam rumah dinas. Rumah dinas pun dijaga ketat petugas Satpol PP. Bahkan setelah para kepala dinas datang, pagar langsung ditutup dan wartawan tidak diperbolehkan masuk. Sementara kondisi di sekitar rumah dinas, ramai dengan orang yang ingin melihat secara langsung kejadian.
Sejumlah warga langsung mengabadikan momen keramaian itu. Ada yang mengambil foto dan video melalui gawai mereka. Pintu gerbang rumah dinas pun langsung ditutup oleh petugas SatPol PP. Tidak ada seorang yang boleh masuk kecuali pejabat. Saat itu, belum diketahui siapa yang ditangkap oleh siapa. Sekitar pukul 21.52 WIB, sekitar 6 mobil keluar dari rumah dinas bupati. Tidak diketahui isi dari dalam mobil tersebut.
Namun terlihat ada satu unit mobil yang disegel dengan tulisan KPK berwarna merah. Mobil tersebut berjenis Mitsubishi Pajero Sport warna putih pelat BE 1262 BD. Rombongan kendaraan ini pun bertolak dari Lampung Utara menuju Bandar Lampung. Kabarnya, mereka akan menuju Polda Lampung.
Meski telah viral, dan ramai, Kabag humas Pemkab Lampung Utara Martahan Samosir mengaku belum mengetahui perihal keramaian yang terjadi di rumah dinas Bupati Lampung Utara. “Saya gak tau. Saya lagi hadiri pengajian di Abung Selatan,” kata dia saat di hubungi via telepon, Minggu 6 Oktober 2019.
Amankan Tujuh Orang
KPK total mengamankan tujuh orang terkait operasi tangkap tangan yang menyeret Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. “Sampai pagi ini, total yang diamankan tim KPK berjumlah tujuh orang,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/10/2019).
Febri menjelaskan, dalam tujuh orang yang diamankan tersebut, terdapat tambahan pejabat pemerintah kabupaten setingkat kepala seksi dan swasta. Sebelumnya, dalam OTT itu, KPK telah mengamankan Agung bersama dua kepala dinas dan dan seorang perantara, Minggu (6/10/2019). “Tujuh orang tersebut langsung dibawa ke Jakarta melalui jalur darat. Sekarang tengah di perjalanan menuju KPK,” tuturnya kemudian.
Selain itu, lanjut Febri, KPK juga mengamankan Rp 600 juta dari OTT tersebut yang diduga untuk proyek di pemerintah kabupaten Lampung Utara. KPK akan menentukan status perkara dan status hukum dari orang-orang yang diamankan dalam waktu 1X24 jam. “Informasi lebih lanjut tentang penanganan perkara ini akan disampaikan melalui konferensi pers di KPK,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK menduga ada penyerahan uang kepada Agung terkait urusan proyek. “Barang bukti uang sedang dihitung jumlahnya. Diduga terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara. Untuk pengamanan awal, tim telah menyegal sejumlah benda dan lokasi,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam keterangan tertulis, Minggu.
KPK Lakukan Penyegelan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim yang bertugas di Lampung Utara sudah menyegel sejumlah benda dan lokasi. Selain itu, barang bukti berupa uang juga diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. “Barang bukti uang sedang dihitung jumlahnya. Diduga ada penyerahan uang yang diperuntukan kepada kepala daerah,” kata Febri dalam keterangan persnya yang dikirim melalui Whatsapp.
Febri menjelaskan, OTT itu terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara. Untuk pengamanan awal, tim telah menyegal sejumlah benda dan lokasi. “Sebagaimana hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memproses lebih lanjut pihak-pihak yang diamankan tersebut. Dalam waktu paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan,” ujar dia.
Profil Agung
1. Agung Ilmu Mangkunegara lahir 17 Agustus 1982 di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Lampung.
2. Putra dari Tamanuri mantan Bupati Way Kanan, Lampung.
3. Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan
Universitas Bandar Lampung
Rekam jejak
1. Pernah jadi Camat Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Sekretaris Lurah Blambangan Umpu, Kabupaten Way kanan, Lampung.
2. Bupati Lampung Utara periode 2019-2024 (dilantik 25 Maret 2019).
3. Bupati Kabupaten Lampung Utara periode 2014-2019
4. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Lampung Utara
Kekayaan Rp2,3 Miliar
Dalam laman harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses melalui elhkpn.kpk.go.id, Agung Ilmu Mangkunegara memiliki harta kekayaan sebesar Rp2,3 miliar.
Harta yang dilaporkan Agung pada April 2019 itu terdiri dari harta bergerak, tidak bergerak, dan harta lainnya. Agung tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bandar Lampung. Total tanah dan bangunan miliknya senilai Rp1,1 miliar.
Untuk harta bergerak, Agung tercatat memiliki Toyota Fortuner, Toyota Avanza dan Yamaha Mio Soul senilai Rp557 juta. Harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp307.500.000. Kas dan setara kas lainnya milik Agung sebesar Rp400.715.981. Agung tercatat tak memiliki utang. Jadi total harta kekayaan Agung mencapai Rp2.365.215.981. (joe)