
Bandar Lampung (SL)-Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung, Aga Trias Tahta (19) Sosiologi angkatan 2019, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala, di Dusun Cikoak, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kakak korban C. Geni Dewantara (27) melaporkannya kasus itu ke Polres Pesawaran.
Informasi di Polda Lampung, Senin (30/9/2019), menyebutkan korban ikut Diksar pada Rabu, (25/9/2019) hingga Minggu (29/9/2019) di Turbin Dusun Cikoak, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Aga Trias Tahta meninggal dunia yaitu pada Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB setelah datang ke RS Bumi Waras, Bandar Lampung.
Korban diduga meninggal dunia setelah jatuh ke jurang, namun tetap diminta ikut diksar. Selain itu, ada korban lain yakni Aldi yang juga mengalami penganiyaan dan kini dirawat di RS Bhayangkara. “Pihak keluarga menolak untuk diotopsi dan jenazah sudah dimakamkan. Selain korban Aga, ada korban lain yaitu Aldi yang mengalami penganiayaan dan sedang dirawat di RS Bhayangkara,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin (30/9/2019).
Atas peristiwa ini, anggota Satreskrim Polres Pesawaran datang ke rumah duka untuk melakukan interogasi terhadap keluarga korban dan senior dari Fisip Unila yang ikutdiksar dan mengantar ke RS Bumi Waras. Hasilnya, diperoleh keterangan pada Kamis (26/9/2019) siang, Aga Trias Tahta terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 15 meter.
Selanjutnya dilakukan evakuasi oleh senior dan rekan Aga Trias Tahta. Namun Aga masih diminta mengikuti kegiatan diksar sampai Minggu (29/9/2019) pukul 10 WIB dan mengeluhkan sakit sehingga dibawa ke RS Bumi Waras. Namun sebelum sampai di RS Bumi Waras Aga Trias Tahta meninggal dunia
Dekan Fisip Unila Syarif Mahkya, saat dikonfirmasi awak media telah membenarkan informasi tersebut tetapi belum memaparkan secara rinci penyebab terjadinya peristiwa tersebut. “Ia, nanti ya saya lagi di rumah duka (almarhum),” katanya saat dikonfirmasi Senin September 2019.
Akun Instagram HMJ Sosiologi Unila juga memposting ucapan bela sungkawa atas meninggalnya almarhum. “Kami keluarga besar Sosiologi auniversitas Lampung mengucapkan turut berduka cita sebedar-besarnya atas meninggalnya sahabat kami Aga Trias Tahta (Sosiologo 2019),” jelasnya.
Dianiaya Senior

Sementara M Aldi Darmawan, Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung, juga mengalami luka lebam parah di seluruh tubuh usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala, Universitas Lampung. Ayah korban Suparjono mengatakan, baru mengetahui anaknya dalam kondisi luka parah saat dihubungi oleh ibu indekos Aldi.
Menurut Suparjono Aldi hanya pamit mengikuti kegiatan Diksar yang berlangsung dari Rabu (25/9/2019) hingga Minggu (29/9/2019). Saat ditelpon ibu kos meminta orang tua melihat kondisi Aldi yang tergolek dengan tubuh penuh luka.
“Jadi Aldi pamit ikut kegiatan sama saya. Nah kemarin ibu kos telpon saya suruh lihat Aldi, saya kan di Lampung Tengah. Pas saya lihat kondisi Aldi sudah penuh dengan luka lebam parah, lalu saya bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara ini,” katanya, Senin (30/9/2019).
Pria yang sehari-hari bekerja di PT Great Giant Pineaple, Terbanggi Besar, Lampung Tengah tersebut menceritakan kronologi kejadian dari anaknya. Aldi bercerita ke keluarga bahwa habis dipukuli saat mengikuti kegiatan diksar tersebut. Terkait luka lebam di pipi, menurut cerita Aldi akibat di tampar oleh senior. “Di badan juga banyak luka, kata Aldi itu ditinju oleh seniornya. Selain itu banyak luka lecet yang akibat disuruh merangkak di tanah tanpa mengenakan baju,” kata dia.
Atas kejadian itu, Suparjono bersama istrinya Komsatinah berencana melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Imformasi lain, banyak mahasiswa lain yang juga menjadi korban seniornya itu. Bahkan kekerasan juga terjadi hampir dialami oleh seluruh peserta diksar UKM Cakrawala tersebut. “Banyak yang juga dipukuli, anak saya sampai sulit ngomong (bicara),” jelas warga Terbanggi Besar tersebut.
Aldi dirawat di RS Bhayangkara Polda Lampung yang berada di Jalan Pramuka, Rajabasa. Banyak senior dari organisasi tersebut hadir melihat kondisi Aldi. “Banyak tadi seniornya yang datang. Niatnya mau bertanggungjawab atas kondisi Aldi. Itu yang hadir senior yang alumni dengan panitia,” terang Ibu korban, Komsatinah. (red)