
“Alhamdulillah, untuk memulangkan perantau dari Wamena ke Sumatera Barat, Pak Panglima bersedia mengirim dua pesawat Hercules TNI yang bisa membawa 1.000 orang. Sekalian juga bisa membawa warga Papua asal Sulawesi,” kata Yendra Fahmi melalui pesan WhatsApp-nya kepada Buya Syafii Maarif yang ikut memantau langkah pemulangan para perantau dari Tanah Papua.
Menurut Fahmi, Ketum GM Oesman Sapta yang juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) itu, menyampaikan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Papua dan memesankan peristiwa ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, termasuk penanganan pengungsi yang masih bertahan di kantor Polres dan Kodim Kabupaten Jayawijaya.
Untuk memulangkan para perantau yang tak lagi memiliki harta benda karena dijarah dan dibakar oleh perusuh, Panglima TNI hari ini memerintahkan pengiriman Hercules ke Wamena.
Untuk upaya pemulangan perantau, kata Fahmi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit yang sedang berada di Papua untuk mendatangi pengungsi. “Yang penting sanak saudara kita itu dibawa pulang dulu ke Ranah Minang. Nyawa mereka jauh lebih penting,” sebut Wasekjen Gebu Minang, Zulhendri, melalui pesan singkatnya, tadi pagi.
Gebu Minang Pusat juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (TNI) Donny Monardo yang semalam juga sudah terbang ke Papua untuk menangani masalah pengungsi. Sebagaimana diketahui, lebih dari 300 perantau Minang masih tertahan di pengungsian Mapolres dan Makodim pasca kerusuhan yang menyebabkan lebih 30 orang mati terbunuh, termasuk dua orang bocah kecil asal Pesisir Selatan.
Sembilan jenazah korban kerusuhan sudah lebih dulu dipulangkan ke Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit langsung berangkat ke Papua untuk menemui pengungsi di Wamena.
Telah Daftarkan Diri
Dua hari pasca kerusuhan yang meletus Senin (23/9/2019), sekitar 1.200 orang warga perantau di Wamena dilaporkan telah mendaftarkan diri untuk dievakuasi ke perwakilan TNI AU di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Warga berharap bisa keluar dari Wamena setelah terjadi kerusuhan.
Komandan Lanud Silas Papare, Marsekal Pertama TNI Triwibowo kala itu menyebut warga yang mendaftar untuk dievakuasi merasa ketakutan. Karenanya warga memilih untuk keluar dari kawasan lembah Baliem.
Untuk membantu warga, Mabes TNI menyiapkan pesawat Hercules dan saat ini satu Hercules TNI-AU sudah disiagakan membantu mengevakuasi warga. “Dijadwalkan dua Hercules TNI-AU disiapkan untuk membantu warga khususnya yang mengalami luka-luka,” kata Marsma TNI Triwibowo, Rabu (25/9/2019), seperti dilansir detik.com.
Kamis (26/9/2019) satu hercules TNI-AU bergabung sehingga dapat mengangkut warga yang ingin dievakuasi dari Wamena. Selain itu, Mabes Polri juga mengoperasikan satu pesawat CN.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal secara terpisah menyebut demo anarkis di Wamena pada Senin (23/9/2019) menyebabkan ratusan bangunan rusak dan dibakar baik milik pemerintah maupun swasta dan warga sipil. Tercatat puluhan orang meninggal yang sebagian besar akibat tidak sempat menyelamatkan diri akibat rumah atau ruko yang dibakar massa.
Data korban tewas akibat kerusuhan di Wamena berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com:
1. Muh Subhan, asal Makassar.
2. Yohanis Karangan, asal Toraja.
3. Ketron Kogoya, 23, asal Wamena.
4. Sofyan, 32, asal Madura.
5. Elies Himan, 20, asal Madura.
6. Yus Asso, 20, asal Wamena.
7. Rahul, 21, asal Poso, Sulawesi Tengah.
8. Risky, 3, asal Padang, Sumbar.
9. Mison Lokbere, 15, asal Wamena.
10. Anto, 32, asal Padang, Sumbar.
11. Yapet 25, asal Padang, Sumbar.
12. Hendra, 21, asal Padang.
13. Linda, 23, asal Padang.
14. Ibnu, 8, asal Padang.
15 . Yoga, 30, asal Padang.
16. Iwan, 27, asal Padang.
17. Rustam, 33, asal Enrekang, Sulsel.
18. Irma, 25, asal Enrekang.
19. Ilmi, 2, asal Enrekang.
20. Erwin, 17, asal Enrekang.
21. Tukang ojek, belum bisa teridentifikasi, luka bakar.
22. Yunus Todingbua, 40, asal Toraja.
23. Untung, 30, asal Pasuruan, Jatim.
24. Bambang, 35, asal Lumajang.
25. dr. Soeko Marsetyo, asal Yogyakarta.
26. Marius Wenda, 18, asal Kimbim, Papua.
27. Ari Nurdani, 27, asal Padang.
28. Manu Meage.
29. Risda, 24, asal Karujaya, Makassar.
30. Elakim Wetapo, 20, Homhom.
31. Gestanus Hisage, 21, asal Popukoba, Papua.
(Red)