Lanjutnya, Anas menyatakan tugas memberantas narkotika khususnya jaringan pengedar Narkotika di Sulsel sangat berat, oleh sebab itu BNNP Sulawesi Selatan perlu berkolaborasi dengan lembaga penggiat anti narkotika yang hadir dari masyarakat seperti BNM RI. (red)
Hadir pada Proses pelantikan disaksikan Anas Kaharuddin Kasi Daya Masyarakat mewakili Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Sekjend DPP BNM RI dr Adi Napanggala, Ketua OKK BNM RI Ahmad Apriliandi Passa, dan Kepala BIN DPP BNM RI Adi Akrom Ashary, dan para Dewan Pembina BNM RI DPD Sulawesi Selatan Ir Jurianto Sirait, AKBP Purn. HM. Yahya Samosir dan Ir Martuani Siregar.
Acara pelantikan BNM RI DPD Sulsel berjalan sederhana namun khidmat diawali dengan persembahan adat Bugis Makassar yaitu “Anggaru” yang melambangkan kesetiaan ‘siap mati dan kesetiaan’ terhadap pimpinan dan kebenaran. Dilanjutkan dengan pembacaan SK dan Pelantikan Pengurus DPD BNM RI Sulsel oleh Ketua Umum BNM RI Fauzi Malanda.
Dalam sambutannya Fauzi Malanda mengatakan, BNM RI tidak butuh Pejabat Negara yang tidak mendukung organisasi penggiat anti narkotika seperti BNM RI. Sementara BNNP Provinsi Sulsel, Anas mengapresiasi atas pelantikan DPD BNM RI. “Saat ini (2019) Sulsel merupakan Provinsi yang menempati peringkat ke-7 dari seluruh Provinsi di Indonesia sebagai daerah rawan narkoba, naik dari tahun sebelumnya yaitu peringkat ke-9”, ungkapnya.



