
Muba (SL)-Kabupaten Musi Banyuasin memiliki APBD terbesar di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018, dengan angka tembus angka Rp4 triliun. Dari total anggaran itu Rp1,5 triliuan Untuk Dinas PU PR, agar pembangunan insfrastruktur lebih maksimal, namun itu tidak sesuai kenyataan. Karena kualitas proyek PUPR Muba diduga buruk.
Koalisi LSM Sumatera Selatan, Ms saat di temui awak media mengatajan bahwa pekerjaan proyek di Muba sangat menarik menjadi perhatian. Karena selain dengan nilai kontrak yang sangat besar, terkadang pekerjaan tersebut asal asalan. “Liat saja seperti pekerjaan diwilaayah jirak, tak tanggung tanggung pekerjaan mencapai pagu Rp200 milyar yang pekerjaan nya di laksanakan oleh PT Comblok Infratenco,” katanya.
Menurut MS, pekerjaan tesebut memakan biaya yang begitu besar namun kenyataannya jalan yang baru dibangun itu saat ini sudah mulai rusak banyak bagiaan jalan yang pecah bahkan sulit untuk di lalui. “Kami kualisi LSM, akan melaporkan pekerjaan tersebut ke Kejaksaan Agung karna kalau melapor di Kejari atau di Kejati pasti proses tidak berjalan.” ujarnya.
Hal senada diakui Aman, masyarakat sekitar jalan yang saat ini sudah mulai rusak tersebut. Dirinya sangat menyayangkan kualitas pekerjaan yang menguras dana APBD Kabupaten Muba itu yang tidak baik, “Dan bahkan dana pembangunan tersebut hutang ke pada SMI namun mengapa pekerjaannya begitu amburadul seperti tidak ada pengawasan dari pihak PU PR. Apakah mereka sudah menerima sesuatu sehingga tak berani melakukan tindakan,” katanya
Anehnya lagi kata Aman, kegiatan tersebut katanya melibatkan pihak kejaksaan negeri melalui TP4D kenyataan nya pekerjaan jurtru lebih buruk dan memperhatinkan. “Memang pekerjaan di Musi Banyuasin umumnya dan khususnya dinas PU PR, rawan dengan korupsi namun kenyataannya pihak penegak hukum diam saja seakan tutup mata,” kata Aman.
Sementara itu di pihak PU PR sendiri saat di kompirmasi masalah jalan tersebut memilih diam dan terkesan menghindar. (Sudir)