
Lampung Utara (SL)-Musim kemarau di tahun 2019 ini diperkirakan hingga akhir September. Meski demikian, pedagang minuman es kelapa muda atau yang lebih dikenal dengan es dogan yang diracik dengan gula merah aren, malah kebanjiran pembeli. Khususnya saat waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Satu-persatu pembeli dari berbagai kalangan akan mendatangi pedagang es dogan. Aktifitas itu akan dapat dengan mudah dijumpai di seputaran Taman Kota Tugu Rato Kotabumi, Lampung Utara.
Dari pantauan di lapangan, Rabu, (4/9/2019), pedagang minuman yang biasanya ramai dijajakan saat bulan puasa itu, saat ini ramai ditemukan di lokasi tersebut. Nampak beberapa puluh buah kelapa muda dengan corak hijau kekuningan sedang dibersihkan Maryati, salah seorang pedagang es doyan yang biasa mangkal di sana.
“Alhamdulillah, Pak. Meski tidak seramai hari libur, di sini (Taman Kota Tugu Rato.red) tetap ada yang membeli. Meski untungnya tidak seberapa, tapi kalau sudah dikali sekian pembeli, yah, hasilnya lumayan. Paling tidak, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Maryati, saat diajak berbincang santai sambil menikmati es dogan racikannya, Rabu (4/9/2019), di Taman Kota Tugu Rato Kotabumi.
Ia mengaku, dalam sehari dapat menghabiskan sekitar 30-40 buah kelapa muda, dengan modal Rp 5.500/buah sampai di tempat. Dalam satu buahnya dapat meraup untung bersih sekitar Rp 1.500, setidaknya menerima laba bersih Rp 45.000-Rp 60.000/hari. Sehingga dapat menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kita jual kelapa murni, tanpa tambahan apapun itu Rp 8.000/buah dan menu komplit Rp 10.000/buah. Lumayanlah mas untung tidak banyak-banyak, kalau lagi sepi, yah, paling bisa habis 30 buah,” terangnya.
Maryati juga mengatakan, saat musim kemarau, minuman es kelapa muda tanpa bahan pengawet dipercaya dapat mempermuda dan memberi kesegaran bagi konsumen yang menyantapnya.
Ia juga menyampaikan, untuk berdagang di sana, mereka hanya dimintakan dua retribusi, yakni dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) serta Dinas Perdagangan (Disdag).
Meski demikian, dirinya sempat mengeluhkan terkait soal keamanan. Menurut keterangan Maryati, di seputaran Taman Kota Tugu Rato Kotabumi, kerap terjadi kasus pencurian.
Bahkan keterangan serupa dari beberapa pedagang yang biasa mangkal di lokasi itu, mengaku kerap kehilangan barang-barang dagangannya saat dititipkan. Untuk kondisi tersebut, para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui instansi terkait dapat memberikan solusi.
“Ya, masalah keamanan itu yang kami khawatirkan. Karena, baru kemarin, (Selasa, 3/9/2019), saya kehilangan satu ember berisi minuman instan. Padahal sudah disimpan rapat-rapat. Ada juga yang menitip dekat dengan rel, di sana sudah membayar penjaga tapi masih kebobolan. Dan belum lama ini lampu penerangan hilang, sehingga kurang menarik lagi,” tambah pedagang lainnya. (ardi)