
Bandar Lampung (SL)-Pihak pengembang developer perumahan Perumahan PT Dua Dua Fiqih, terus mengoperasikan alat berat di areal bukit Sukamenanti, yang berada di Kelurahan Sukamananti Baru, Kecamatan Kedaton. Warga mulai resah, jika hujan datang longsoran lumpur pasti akan mengenangi pemukiman warga yang berada dibawah sekitar bukit yang digerus.
Selain dekat dengan pemukiman warga, aktivitas alat berat juga sangat dekat Sekolahan Yayasan Bina Mulya. Hampir tiap hari mereka hidup dengan bising suara mesin dan suara benturan alat berat dengan batu terus bersautan, juga debu yang sangat menganggu khususnya aktifitas warga sekitar lokasi.
“Masih terus beroperasi mas, itu nempel dengan tembok sekolahan, pasti sangat bising dan menggangu proses belajar. Seperti di bacing orang kuat, bisa cuek dengan protes warga, terutama di Jalan Badak Ujung. Bahkan laham makan di bagian atas ada yang rusak karena alat berat,” kata salah seorang kepada sinarlampung, di lokasi.
Menurutnya, beberapa waktu lalu Jalan Badak Ujung yang rusak parah sudah diperbaiki dengan cara swadaya warga. Dan tiap hari menyemprot halaman rumah dan jalan dengan air, karena kotor dengan debu karean sepanjang jalan yang dilewati mobil proyek.
“Dan warga yang bergotong royong secara swadaya dan untuk sementara jalan masuk diportal oleh warga. Kami heran instansi terkait sudah tahu keadaan aktivitas proyek tersebut. Namun sampai saat ini blm ada tindakan yang bisa meringankan beban warga apalagi bila hal tersebut berlarut tentu akan menganggu kesehatan dari dampak debu, terutama warga yang berada diatas yang sangat dekat dengan lokasi proyek,” katanya.
Informasi lain, menyebutkan pasca ramai protes warga, sempat ada utusan pengembang, didampingi salah seorang staf ahli Walikota, terlihat datang ke lokasi dan mencoba bincang bincang dengan warga. “Warga disini tidak minta apa apa mas, dulu dianggap bisa dipercaya dengan semua janji mereka kepada warga. Tapi semua bohong, warag kecewa,” katanya. (Kardi)