
Lampung Utara (SL)-Pasca viralnya video joged ‘dugem massal’ yang dilakukan peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Abung Barat, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung Utara, Toto Sumedi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Suma Wibawa, menyampaikan jika pihaknya telah melakukan penelusuran untuk memastikan kejadian tersebut.
“Tadi pagi, (Senin, 26/8/2019), Plt. Kadisdikbud bersama Kasi Pembinaan langsung turun lapangan untuk memastikan aksi itu. Dari informasi sementara yang didapat memang benar pihak SMP Negeri 2 Abung Barat, ketika itu, sedang melakukan hiburan usai pembagian hadiah perlombaan HUT Kemerdekaan ke-74 RI,” kata Kabid. Dikdas Disdikbud Lampura, Suma Wibawa, saat dikonfirmasi, (Senin, 26/8/2019), di ruang kerjanya.
Menurutnya, aksi yang terekam video amatir dan viral di media sosial itu, pada prinsipnya, tidak patut dilakukan apabila ada unsur kesengajaan atau telah direncanakan sebelumnya. “Tapi, menurut pandangan saya secara pribadi, jika aksi tersebut terjadi secara spontanitas tanpa ada pengkondisian ataupun direncanakan dan tidak tersusun dalam agenda kegiatan, saya kira masih dapat ditoleransi,” ujar Suma Wibawa.
Meski demikian, lanjut Suma, pihaknya tetap akan melakukan pembinaan tegas berupa teguran keras kepada pihak SMP Negeri 2 Abung Barat, dalam hal ini Kepala Sekolah dimaksud, Apinsi, S. Pd., MM.
“Disdikbud Lampura hanya akan melakukan tindakan yang bersifat pembinaan dengan mekanisme teguran. Terkait apakah pada akhirnya harus diambil langkah yang bersifat pemberian sanksi atas adanya peristiwa itu, tentunya hal tersebut menjadi ranah pihak-pihak yang berkompeten untuk menetapkan kebijakan seperti itu,” papar Suma Wibawa.
Dirinya juga menyampaikan, pada prinsipnya, aksi joged ‘dugem massal itu sangat tidak layak dilakukan dan dipertontonkan sehingga menimbulkan stigma negatif bagi wajah pendidikan di Lampura khususnya.
Diberitakan sebelumnya, SMP Negeri 2 Abung Barat, Apinsi,Ā S.Pd., MM., mengakui atas peserta didiknya yang kedapatan berjoged ādugem massalā. āIya, memang benar itu siswa-siswi sekolah saya. Mereka sedang hiburan merayakan hari kemerdekaan. Itu acara bagi hadiah perlombaan,ā aku Apinsi, saat dikonfirmasi melalui komunikasi via ponsel, Jumāat, (23/8/2019).
Meski demikian, dirinya mengelak saat ditanyakan memberi ijin adanya joged ādugem massalā dimaksud. āKalau kejadiannya, saat itu saya tidak ada di tempat karena saya sedang sakit. Namun, saya sudah mengimbau agar dewan guru dan para siswa melakukan kegiatan yang tidak berlebihan. Terlebih sampai ada kericuhan. Saya sudah pesankan agar kegiatan ini berjalan tertib kepada ibu Dewi Savitri,ā terang Apinsi.
Dirinya juga menyampaikan jika Dewi SavitriĀ S.Pd.i saat ini mengajar pelajaran agama di SMP Negeri 2 Abung Barat. āSaya mengakui jika apa yang ada di video itu sangat tidak patut dilakukan. Untuk itu, atas nama seluruh elemen SMP Negeri 2 Abung Barat, jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau hal lainnya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,ā lirihnya seraya menyatakan akan segera menghadap ke pimpinan (Kadisdikbud Lampura) guna memberikan klarifikasi serta pernyataan maaf. (ardi)