
Kutai Timur (SL)-Musim panas dan cuaca ekstrim yang terjadi di beberapa daerah di wilayah Indonesia menyebabkan sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Termasuk kebakaran yang sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk membuka lahan pertanian atau perkebunan.
Dalam rangka mengantisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Babinsa Jajaran Koramil 0909-03/Muara Wahau Kodim 0909 Sangatta bersama dengan aparat pemerintah Kecamatan ikut serta melakukan sosialisasi kebakaran hutan dan lahan di desa Jabdan Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur, Senin (26/8/2019).
Ditempat terpisah, Danramil 0909-03 Muara Wahau Kapten Arh M. Jabal mengatakan bahwa penyuluhan yang disampaikan oleh Babinsa Peltu Yuli ini menitik beratkan tentang ajakan ataupun himbauan kepada warga desa Jabdan agar tidak membakar lahan untuk pertanian, karena sanksi hukumnya sangat berat. Mulai dari bayar denda hingga kurungan atau penjara. Asap yang ditimbulkan dari pembakaran hutan dan lahan tersebut juga sangat berbahaya bagi kesehatan dan juga mengganggu penerbangan.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh warga yang hadir dalam kegiatan ini bisa menyampaikan kepada warga yang tidak hadir agar tidak membakar lahan untuk kepentingan pribadi, dan mengajak kepada warga secara bersama-sama menjaga wilayah desa Jabdan Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur bebas dari asap,”jelas Danramil.
“Apabila ada yang melihat warga melakukan pembakaran lahan, agar ditegur atau dilarang dan dilaporkan kepada aparat. Karena pembakaran lahan adalah perbuatan pidana, sesuai dengan Pasal 50 ayat 3 huruf (d) UU No. 41 thn 1999 Tentang Kebakaran Hutan,” ujarnya.
Camat Muara Wahau Irang Ajang menyampaikan apresiasi usaha dan upaya dari personil Koramil 0909-03/Muara Wahau yang selalu memberikan perhatian kepada lingkungan dan masyarakat dan pihak pemerintahan Desa yang sangat mendukung kegiatan sosialisasi tentang Karhutla ini.
“Saya berjanji akan membantu untuk membuat himbauan secara tertulis yang akan ditempel di rumah masyarakat, tempat ibadah dan tempat yang bisa dibaca oleh setiap warga tentang Karhutla ini,” ujarnya. (Rls/Red)