
Lampung Utara (SL)-Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Utara, Toto Sumedi, mengatakan, pembinaan yang dilakukan jajaran Pendidikan Dasar Disdikbud Lampura, belum dilaksanakan dengan optimal dan hasilnya belum maksimal.
Pernyataan Toto Sumedi tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi, Selasa kemarin, (13/8/2019), setelah sebelumnya dirinya memanggil dan meminta keterangan dari bidang yang menangani permasalahan di Sekolah Dasar Negeri 2 Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara.
“Kalau menurut staf saya, dalam hal ini Dian Ratna Hapsari, katanya sudah melakukan pembinaan di sekolah itu. Namun dalam pelaksanaannya masih ada hal-hal yang harus diluruskan kembali. Dalam arti, hasil dari pembinaan jajaran bidang Dikdas Disdikbud Lampura belum dilaksanakan secara optimal dan dengan hasil pembinaan yang maksimal,” ungkap Toto Sumedi, sesaat usai beramah-tamah dengan sejumlah awak media di Cafe Twins Stadion Sukung Kotabumi, Selasa kemarin, (13/8/2019).
Oleh karena itu, kata Toto Sumedi, pembinaan akan terus dilakukan, bukan hanya di SD Negeri 2 Wonomarto saja agar pelaksanaannya lebih baik dari masa-masa yang akan datang.
Lanjut Toto Sumedi, perihal ditemukannya kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS di sekolah dasar tersebut, bukan berarti adanya penyelewengan. “Karena penyelewengan itukan harus dapat dibuktikan secara hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Artinya, pembinaan yang dilakukan belum dilaksanakan secara optimal. Itu saja,” ucap Toto Sumedi.
Terkait pembinaan yang sudah lama dilakukan oleh bidang Dikdas Disdikbud Lampura, yang menurut keterangan Dian Ratna Hapsari, sudah dilakukan sejak jaman Kadis Suwandi, dikatakan Toto Sumedi, menurut keterang Dian Ratna Hapsari memang sudah dilakukan, tapi belum dilakukan secara optimal oleh satuan kerja tersebut.
“Dalam hal ini, saya tentu menilai manajemen dari sekolah itu terlebih dahulu. Dan saya sarankan kalau memang tidak mampu, yah, lebih baik mengundurkan dirilah, sebelum diberhentikan secara tidak terhormat,” tegas Toto Sumedi.
Untuk hasil dari pembinaan yang dilakukan sejak dulu oleh bidang Dikdas Disdikbud Lampura, Toto Sumedi mengatakan konsepnya sedang dalam proses. “Tinggal naik kepada saya. Tetapi kemarin itu, karena konsep itu menurut saya ada yang belum jelas, jadi terus terang saja saya kembalikan lagi untuk diperbaiki dan disesuaikan dengan data dan fakta hasil monev dalam laporan terkait masalah yang menyeruak di SD Negeri 2 Wonomarto,” tegasnya.
Dirinya menegaskan lebih lanjut akan ada pengamatan khusus, terutama yang sudah menjadi konsumsi publik terkait ditemukannya beberapa kemungkinan kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS dan serapan anggaran PIP di SD Negeri 2 Wonomarto. “Ada perhatian khusus dari saya. Akan saya percepat mana surat yang kurang sempurna yang harus saya tandatangani, supaya besok, (hari ini, Rabu, 14/8/2019), bisa segera ditindaklanjut ke Inspektorat,” pungkasnya. (ardi)