
Lampung Utara (SL)-Penggemar tanaman hias bonsai yang ada di Kabupaten Lampung Utara kembali bergeliat. Beberapa komunitas hobiis tanaman bonsai, yang secara historis berasal dari Negeri Sakura ini, belomba-lomba mencari berbagai bahan tanaman yang kelak dijadikan bonsai dengan nilai artistik seni yang tinggi.
Seperti dilansir wikipedia.org, awal mula tanaman hias jenis bonsai mulai berkembang di Jepang dengan pelafalan penzai. Bonsai merupakan tanaman yang berukuran kerdil mempunyai nilai seni tinggi karena bentuknya yang unik. Untuk mendapatkan hasil yang memenuhi kriteria seni tanaman hias bonsai, proses pembuatan dan pembentukannya membutuhkan waktu serta kesabaran ekstra.
Hal ini dikatakan Puryono, (53), warga Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu, (10/8/209). Dirinya merupakan salah seorang penggemar sekaligus distributor berbagai jenis tanaman yang kelak dapat dijadikan bonsai.
“Sejak remaja, saya sangat menyukai berbagai jenis tanaman. Saat ini, beberapa tanaman langka ada di pembibitan dan pembudidayaan tanaman saya di sini,” kata Puryono, kepada sinarlampung.com, Sabtu, (10/8/2019), di lokasi budidaya tanamannya.
Diakuinya, selain untuk dijual, dirinya juga mengoleksi beberapa tanaman langka yang cukup sulit untuk ditemukan. “Untuk beberapa tanaman langka yang saya miliki itu hasil dari pembibitan dengan beberapa teknik dan pola budidaya yang saya pelajari sejak lama,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas JM Bonsai Lima Kotabumi, Jimi, menyampaikan, seni tanaman hias bonsai bukanlah hal baru yang ada di Lampung Utara. “Bonsai sudah dikenal sejak berpuluh-puluh tahun yang lampau. Namun, seiring perkembangan dan kesibukan para hobiis bonsai terkesan penggemarnya mati suri. Padahal tidak. Bonsai tetap eksis di Lampung Utara,” kata Jimi, Sabtu, (10/8/2019).
Dengan memelihara bonsai, ujar Jimi, sama halnya seperti menghayati arti kehidupan sebagai satu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia dan segenap makhluk hidup ciptaan-Nya. (ardi)