
Lampung Utara (SL)-Perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dari tahun ke tahun, identik dengan berbagai kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan pun dimeriahkan dengan hiburan rakyat. Di balik itu pula, jelang pelaksanaan HUT Kemerdekaan ke-74 RI.

Penelusuran sinarlampung.com, Jum’at, (9/8/2019), di sepanjang jalan protokol Kotabumi, Lampung Utara, para penjual bendera dan umbul-umbul dadakan bak jamur di musim penghujan. Pernak-pernik dekoratif sebagai simbol perayaan Kemerdekaan RI dapat dengan mudah dijumpai dan dibeli dengan harga yang sangat ekonomis.
Junaidi, (28), warga gang Cimahi, Kelurahan Tanjungaman, Kecamatan Kotabumi Selatam yang dijumpai wartawan media ini sedang mangkal di persimpangan jalan Ahmad Akuan-Dahlia Kelurahan Sribasuki ini, menjajakan aneka bendera merah putih beragam ukuran, umbul-umbul, bendera rempel, juga bendera renteng.
Kepada sinarlampung.com, Junaidi mengatakan harga yang dipatoknya untuk sehelai bendera maupun umbul-umbul dimulai dari Rp15 ribu hingga Rp35 ribu. “Kalau soal harga, yah, saya ikut pasaran aja, mas. Bendera dan umbul-umbul ini saya dapat dari pengrajin,” aku Junaidi, saat berbincang dengan sinarlampung.com, Jum’at, (9/8/2019).
Dirinya berjualan di lokasi itu terhitung sudah dua pekan. Dalam perhari, kata Junaidi, omset yang didapat memang tidak menentu. “Kadang sehari bisa dapat uang Rp100 ribu hingga Rp250 ribu. Tapi terkadang juga cuma dapat Rp50 ribu aja, mas. Malah kadang juga ga ada pembeli sama sekali,” katanya.
Para pedagang bendera dan umbul-umbul dadakan tersebar di seputaran Kotabumin dan sekitarnya juga di beberapa titik lokasi lainnya, seperti di simpang Gelok, Desa Madukoro, di Ketapang, dan lainnya, tampak rumah-rumah warga semarak dengan bendera dan umbul-umbul yang terpancang di pagar halaman depan rumah.
Selain bendera, dalam perayaan hari Kemerdekaan RI setiap tahunnya, juga dihiasi dengan beragam aneka gapura di depan gang-gang pemukiman warga. Terlihat pemukiman warga Dusun Karangkedempel, Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, tampak bergotong-royong membangun gapura dengan replika Menara Siger yang merupakan salah satu ikon kebanggan milik masyarakat se-Provinsi Lampung.
“Kami sengaja membuat gapura yang menyerupai Menara Siger. Karena kami bangga menjadi bagian dari masyarakat yang ada di Provinsi Lampung,” kata Edi, salah seorang warga setempat yang juga sedang bergotong-royong.
Dirinya menyampaikan, alasan membuat gapura replika Menara Siger adalah hasil rembug warga. “Warga di sini (Dusun Karangkedempel) mayoritas perantau. Setiap kali pulang ke kampung halaman Menara Siger jadi satu hal yang selalu dinanti saat tiba di tanah Lampung. Itulah yang menjadi alasan kami untuk membuat gapura replika Menara Siger. Karena, kami bangga menjadi orang Lampung,” ujar Edi.
Terkesan, HUT Kemerdekaan ke-74 RI pada tahun 2019 ini lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya. (ardi)