
Banten (SL)-Terkait pengganti Pjs Kepala Desa Bojong Menteng yang mundur dari jabatannya beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Serang saling lempar tanggung jawab. Mundurnya Pjs yKades yang lama saat masyarakat Desa Bojong Menteng mengelar unjukrasa di Kantor Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.
Tokoh masyarakat Desa Bojong Menteng menyetakan bahwa masyarakat berharap pemerintah segera melantik Pjs Kepala Desa yang baru. Sebab Pjs Kepala desa yang lama dianggap telah gagal, dan justru meresahkan masyarakat serta di tenggarai kurang berpihak kepada masyarakat desa. Masyarakat Desa Bojong Menteng merasa justru dipertonton dengan dagelan politik kepentingan berbagai pihak yang diduga mendapatkan keuntungan pribadi.
Tokoh Masyarakat Desa Bojong Menteng Mad Yasin mengatakan bahwa Pjs yang lama sudah mengundurkan diri, “Benar adanya Pjs desa Bojong Menteng telah mengundurkan diri. Namun hingga kini pak Camat belum bisa menindak lanjuti pengunduran diri Pjs yang lama. Sebelum ditindaklanjuti dan direkomendasikan oleh BPD desa Bojong Menteng,” kata Kusyaman lewat pesan singkatnya pada sinarlampung.com
Camat Tunjung Teja, Kusyaman, yang diminta tanggapannya, kepada sinarlampung.com soal pergantian pjs kepala desa Bojong Menteng, justru berdalih bahwa hal itu ada di BPD Desa Bojong Menteng.
Diketahui bahwa polemik ini berawal dari rencana pemerintah Kabupaten Serang membuat tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di desa Bojong Menteng, tepatnya di Gantarawang. Namun persoalan menjadi rumit, dengan carut marutnya persoalan ganti rugi tanah.
Hingga mencuat adanya penjualan tanah negara di blok 7 bekas eksodan seluas 10 hektar yang di lakukan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi. Akibatnya masyarakat pun bereaksi hingga meminta pemerintah kabupaten Serang melakukan kajian kembali sekaligus mengganti Pjs Kepala Desa Bojong Menteng. (Suryadi)