
Bandar Lampung (SL)-Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Ahmad Fajar resmi menjabat satuan Brigif 4 sejak tanggal 9 Januari 2019 lalu, menggantikan Kolonel Marinir Bambang Hadi Suseno. Di bawah kepemimpinannya, Fajar selalu menekankan agar seluruh prajurit Marinir di Satuan Brigif 4, menjaga nama baik Korp Masrinir.
“Dengan pasukan yang jumlahnya mencapai hampir 3000 orang tentu merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Sebagai seorang Komandan di satuan militer korp Marinir, wajib mengarahkan para personelnya agar bisa menjaga nama baik satuan, dimana pun mereka berada,” kata Fajar
Fajar menjelaskan personel Marinir di Brigif 4 tersebar di Markas Brigif 4/BS, Bataliyon Yonif 7 Marinir dan Yonif 9 Marinir di Lampung, dan Yonif 8 Marinir di Pangkalan Brandan Sumut, dan Yonif 10 Marinir di Setoko, Batam. Ada juga Satgas Marinir yang bertugas di di Pulau Natuna sebanyak 1 SSK.
“Sekarang dengan kemajuan teknologi yang jauh bisa menjadi dekat, yang tidak nampak menjadi nampak. Saya ada grub WA, setiap saat kita bisa komunikasi. Hampir setiap malam para komandan satuan melaporkan kegiatan-kegiatan mereka. Secara periodik juga ada video conference agar bisa bertatap muka secara langsung,” kata Danbrigif, Jumat (2/8/2019).
“Setiap bulan saya juga melaksanakan rapat komandan satuan dan perwira staf. Penekanan yang diberikan dari atas juga saya sampaikan ke satuan paling bawah. Saya juga rutin keliling ke Batam dan Pangkalan Brandan untuk memantau langsung. Kalau satuan yang di Lampung kan bisa dipantau setiap hari,” jelas dia.
Ahmad Fajar selalu menekankan satu kalimat penting kepada seluruh prajurit Marinir. Yaitu ‘jangan sampai Marinir jelek karena saya’. Kalimat itu bukan tanpa dasar, karena dinamika hidup yang beragam tak menutup kemungkinan untuk seseorang berbuat kesalahan. “Saya selalu tekankan satu kalimat kepada seluruh pasukan saya, yaitu jangan sampai nama Marinir jelek karena saya. Nah, itu saya tekankan berulang-ulang,” ujarnya.
Artinya, Lanjut Fajar, kalau setiap prajurit sudah menanamkan kalimat ini dalam dirinya, mau berbuat sesuatu yang aneh-aneh atau melanggar hukum, mereka akan berpikir, “Jangan sampai Korps Marinir atau TNI AL ini jelek karena mereka. Mudah-mudahan kalau setiap orang berpikir seperti itu, tidak akan ada masalah-masalah dari Prajurit kita di lapangan,” kata Fajar. (kps/red)