
Lampung Utara (SL)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) pastikan jalan lingkar kabupaten yang melalui Desa Madukoro, Talangjali, hingga Desa Margorejo, dalam waktu dekat mendapatkan perbaikan. Pemkab Lampura akan meningkatkan jalan poros lingkar kabupaten yang dimulai dari persimpangan Tugu Macan Desa Madukoro hingga menuju Desa Margorejo
Camat Kotabumi Utara, Doni Ferwari Fahmi, mengatakan pada tahun 2019 ini, Pemkab Lampura akan meningkatkan jalan poros lingkar kabupaten yang dimulai dari persimpangan Tugu Macan Desa Madukoro hingga menuju Desa Margorejo. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Lampura, Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, saat dirinya mengadakan safari Ramadhan 1440 H yang lalu, di Desa Banjarharum II.
“Untuk proyek besarnya ada dua lokasi titik yang akan dikerjakan, yakni persimpangan jalan Desa Cempaka menuju Desa Sribangun. Di titik lokasi ini sudah ditenderkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), senilai Rp.4 miliar,” terang Camat Kotabumi Utara, Doni F. Fahmi, saat diwawancarai Jum’at kemarin, (2/8/2019), di ruang kerjanya.
Dirinya juga menyampaikan, Pemkab. Lampura juga dalam waktu dekat akan melakukan peningkatan jalan yang dimulai dari Tugu Macan Desa Madukoro, Desa Talangjali, hingga menembus Desa Margorejo dengan mempergunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan penganggaran senilai Rp.1,5 miliar.
“Meski demikian, untuk realisasinya, proyek ini (jalan Tugu Macan-Margorejo) masih dalam tahapan proses lelang, sehingga tentu saja pekerjaannya belum dilaksanakan,” kata Doni.
Doni F. Fahmi juga menyampaikan, pihaknya sudah melihat secara langsung kondisi jalan rusak melintasi tiga desa yang berada di wilayah pemerintahannya tersebut. “Sebenarnya, dua tahun yang lalu sekitar tahun 2017, jalan ini sudah mendapatkan perbaikan berupa rehab sedang. Namun, fakta yang kami temui di lapangan, kendaraan yang melintasi jalan tersebut didominasi oleh kendaraan besar, seperti truk maupun fuso pengangkut singkong dan hasil perkebunan lainnya,” jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan, di sepanjang jalan tiga desa itu (Madukoro, Talangjali, Margorejo) terlihat banyak pengusaha lapak singkong dan buah sawit. “Coba lihat secara langsung di sepanjang kawasan itu, banyak sekali pengusaha lapak singkong dan buah sawit, Secara otomatis, tonase muatan kendaraan yang melintas, berupa truk maupun fuso tampak melebihi beban jalan dari yang semestinya,” ungkap Doni lebih lanjut.
Terkait tonase kendaraan yang melebihi beban jalan lingkar kabupaten yang melintasi jalan Desa Margorejo, Talangjali, hingga Desa Madukoro, tutur Doni, Pemkab. Lampura akan segera membuat dan menerbitkan peraturan daerah (Perda) guna perawatan jalan yang diperuntukkan bagi kepentingan umum.
“Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan seluruh pelaku usaha dan pihak terkait lainnya guna memecahkan serta mencari solusi terbaik agar jalan ini tidak memberikan kerugian dan berdampak fatal bagi warga sekitar dan pengguna jalan secara umum,” tegasnya.
Dirinya mengatakan harus ada langkah dan kebijakan yang bersifat win-win solution untuk mengatasi persoalan ini. Dalam kesempatan itu, Camat Kotabumi Utara mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga hasil pembangunan daerah.
“Mari kita jaga hasil pembangunan yang direalisasikan oleh pemerintah dengan juga menggalakkan gotong-royong agar pembangunan yang ada tetap terjaga sepanjang masa dan dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat,” imbau Doni F. Fahmi. (ardi)