
Serang (SL)-Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si yang diwakili oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan memimpin rutinitas Kegiatan apel pagi personel Polda Banten, di Lapangan Mapolda Banten, Senin (15/07/2019), Pukul 07.00 WIB.
Hadir pada apel pagi ini, Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Drs. A. Roemtaat, Para Pejabat Utama Polda Banten, Para Pamen, Pama, dan Bintara.
Dalam arahannya Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs.Tomex Korniawan mengatakan bahwa Apel pagi adalah Sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab setiap masing-masing personel, sebagai Polisi Pelayan, Pelindung, dan Pengayom masyarakat dan jadikan tugas Polisi sebagai Ibadah Kepada Allah SWT.

Pada apel pagi ini, Wakapolda Tomex Korniawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada para personel Polda Banten dan Jajaran. “Saya atas nama pimpinan dan kesatuan ini menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh satker, terutama kepada Reskrimum,Reskrimsus dan Resnarkoba yang telah dapat mengungkap kasus kasus yang menjadi atensi langsung terhadap kualitas kinerja kita,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Tomex Korniawan juga menyampaikan 5 (lima poin) pidato dari Persiden terpilih tahun 2019 Ir. Joko Widodo yakni pertama, tentang pembangunan infrastruktur yang akan terus dilanjutkan. Infrastruktur yang besar-besar telah dibangun. Kedepan, akan dilanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur-infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat.
Kemudian yang kedua, prihal pembangunan SDM. Pemerintah memprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM adalah kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah.
Dalam hal dunia pendidikan, pemrintah akan terus meningkatkan kualitas pendidikan. Pentingnya vocational training juga vocational school. Pemerintah juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Pemerintah akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini dan mengelola talenta-talenta yang hebat, yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.
Lalu ketiga, pemerintah akan mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka yang sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik itu perizinan yang lambat, yang berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya.
Keempat, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi. Reformasi struktural, Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah, Ini juga hati-hati, Kalau pola pikir atau mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas, Tolong ini dicatat karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi kita, serta kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan, saya bubarkan.
Tidak ada lagi pola pikir lama kita juga ingin, tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton yang begitu-begitu saja, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah Kita harus berubah, Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, dan Indonesia yang inovatif, Indonesia yang kompetitif.
dan terakhir ya kelima, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Karena setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.
“Kita harus selalu deteksi dini, karena kita tidak bisa prediksi situasi yang akan berkembang kedepan,” ujarnya (Suryadi/Binsar)