
Lampung Utara (SL)-Memperingati Hari Ulang Tahun Bhakti Adhyaksa ke-59, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) melangsungkan berbagai rangkaian kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan. Tujuan dari berbagai macam kegiatan itu untuk lebih mendekatkan Kejaksaan Negeri dengan masyarakat.
Kepala Kejaksaan (Kajari) Lampura, Yuliana Sagala, mengatakan, bulan Bhakti Adhyaksa ke-59 tahun 2019 ini dipenuhi dengan rangkaian kegiatan sosial antara lain skrining gratis deteksi dini gagal ginjal bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Mayjend Ryacudu Kotabumi, pengobatan gratis, kunjungan dan pemberian bantuan ke panti asuhan.

“Semua kegiatan ini salah satu tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan Kejaksaan dengan masyarakat. Kita ingin masyarakat lebih dekat mengenal Jaksa dan tidak takut. Dalam arti, jaksa sahabat masyarakat,” ujarnya usai menghadiri salah satu rangkaian HUT Bhakti Adhyaksa yakni skrining pemeriksaan dini gagal ginjal dengan deteksi micro albumin urine di UPTD RSUD Mayjend HM. Ryacudu Kotabumi, Senin, (15/7/2019).
Selain kegiatan sosial tersebut, lanjut dia, ada lagi kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat dan olahraga antara lain pelayanan hukum gratis, pelayanan perolehan administrasi kependudukan masyarakat bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jalan sehat untuk siswa SMP, dan pertandingan olahraga antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkopimda).
“Pokoknya Minggu ini, hingga puncaknya tanggal 22 Juli nanti, kita sibuk dengan agenda kegiatan HUT Adhyaksa. Pada peringatan bulan Bhakti Adhyaksa ke-59 ini kita mengambil tema ‘Tingkatkan Pengabdian Demi Kemajuan, Keunggulan dan Keutuhan Negeri’ “, pungkasnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Mayjend. Ryacudu Kotabumi, dr. Syah Indra Lubisn, menyambut baik agenda-agenda dalam perayaan bulan Bhakti Adhyaksa ke 59 tahun ini. Menurut dia, ini merupakan salah satu bentuk hubungan koordinasi antar instansi yang baik. Selama ini, lanjut Indra, hubungan pihak rumah sakit dengan Kejaksaan berjalan baik.
“Ini bentuk kerjasama dan koordinasi yang baik. Jadi bukan hanya menyangkut hal yang aneh-aneh. Kami juga dekat dengan Kejaksaan. Saya sangat setuju, sepakat dan mendukung penuh kegiatan ini,” kata dokter Spesialis Kandungan ini.
Terkait kesiapan medis RSUD Mayjend. Ryacudu dalam memeriksa atau mendeteksi dini gagal ginjal serta penanganannya. Indra menyatakan kesiapannya. Diterangkan dia, pihaknya telah memiliki alat medis untuk itu. Meski terkadang pasien yang ada harus melakukan pengobatan di ibu kota provinsi.
“Kita punya mesin hemodialisa tetapi memang jumlah pasien terlampau banyak. Tapi dalam waktu dua hingga tiga bulan kedepan kita akan mengadakan tambahan alat. Selain itu masalah kelistrikan dan kekuatan bangunan juga harus kita pertimbangkan,” terangnya. (ardi)