
Lampung Utara (SL)-Gorong-gorong perlintasan jalan yang terletak di jalan Jeruk, Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, ambrol. Hal ini membuat resah warga, khususnya pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif menuju jalan protokol kabupaten setempat.
Menurut keterangan warga setempat, Rosidah, (45), saat dikonfirmasi, Minggu, (14/7/2019), ambrolnya jalan akibat kerusakan gorong-gorong terjadi sudah cukup lama, berkisar setahun belakangan. “Jalan dan gorong-gorong itu rusak sudah cukup lama. Berkisar setahun belakangan ini. Tapi sayangnya, pihak kelurahan dan pemda seakan-akan tidak tahu dengan kondisi jalan tersebut. Padahal, inikan jalan kabupaten,” sesal Rosidah.
Dikatakannya, kerusakan jalan dan gorong-gorong itu terkesan tidak mendapatkan respon positif dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui instansi terkait, mengingat jalan tersebut merupakan lingkar jalan kabupaten. “Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya tindakan dari pemerintah, dikhawatirkan jalan akan terputus. Saya berharap, pemerintah dapat segera menindaklanjuti keluhan masyarakat ini sebelum menimbulkan korban jiwa dan terputusnya akses jalan setempat,” katanya.
Pantauan di lapangan, gorong-gorong ambrol tersebut diperkirakan memiliki dimensi kerusakan seluas tiga meter persegi dengan kedalaman mencapai lima meter. Bahkan, akibat yang ditimbulkan dari kerusakan parah gorong-gorong itu, membuat sebagian badan jalan selebar tiga meter ikut tergerus ke dalam aliran sungai yang terdapat di bawahnya.
Sejumlah pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati. Terlebih, gorong-gorong ambrol itu berada di jalan menikung dan sedikit menurun serta tampak berpasir. Hal ini sangat berpotensi menjadi pemicu kecelakaan lalulintas di jalan tersebut.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Kelapatujuh, Suahmad, mengakui jika pihaknya sudah sering kali menyampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampura terkait ambrolnya gorong-gorong tersebut.
Selain kepada Kepala Bapeda, dirinya juga telah menyampaikan kondisi jalan itu kepada Camat Kotabumi Selatan dan pihak Penyelenggaraan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di kelurahan setempat. Namun, aku Suahmad, keluhan tersebut belum dapat terealisasi hingga saat ini.
Oleh sebab itu, pihaknya berencana pada Senin esok, (15/7/2019), akan kembali mengajukan surat permohonan perbaikan kepada pihak Bappeda, terkait rusaknya gorong-gorong dan jalan tersebut.
“Rencananya hari Senin nanti, saya akan kembali mengajukan surat permohonan ke Bappeda, terkait perbaikan atas rusaknya gorong-gorong dan jalan tersebut,” kata Suahmad, saat dikonfirmasi, Minggu, (14/7/2019), melalui komunikasi sambungan ponsel. (ardi)