
Lampung Utara (SL)-Pada tahun 2019 ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kotabumi memprioritaskan Program Minimum Security, Maksimal Produksi dan akan menuju Wilayah Bebas Korupsi. Hal ini disampaikan Kepala Lapas Kelas II A Kotabumi, Tetra Destorie, saat diwawancarai sejumlah wartawan, Selasa, (9/7/2019).
Disampaikan Tetra Destorie, sejauh ini hal tersebut sudah ditetapkan Kementerian Hukum dan HAM untuk diusulkan pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Secara internal, Lapas II A Kotabumi sudah mendapatkan penilaian oleh Tim Penilai. dinilai. Kita akan membangun zona integritas dan wilayah bebas korupsi dengan mengubah mindset lama dengan memperbaiki birokrasi dan pelayanan. Inilah menjadi prioritas di tahun 2019,” kata Tetra Destorie, di ruang kerjanya.Selasa, (9/7/2019).
Dijelaskan lebih lanjut, kapasitas Lapas Kelas II A Kotabumi, saat ini, hanya mampu menampung 178 warga binaan. “Berdasarkan sistem data lembaga pemasyarakatan, saat ini, Lapas Kelas II A Kotabumi mengalami over kapasitas sejumlah 230 persen. Kebijakan untuk mengatasi hal itu dengan melakukan rotasi terhadap warga binaan yang sudah cukup lama berada di Lapas II A Kotabumi untuk menghindari lost controling,” terangnya seraya mengatakan dalam satu bulan dilakukan dua hingga tiga kali rotasi warga binaan.
Rotasi warga binaan itu, ujar Tetra Destorie, juga merupakan arahan dan kebijakan pimpinan. “Kita tidak bisa menolak jika ada perpindahan warga binaan dari UPT lain. Karena untuk semua UPT di Provinsi Lampung menghadapi persoalan serupa. Dengan adanya rotasi, percepatan masa binaan dengan pemberian hak-hak yang sesuai prosedur, berupa pemberian remisi, pembebasan bersyarat, juga merupakan langkah untuk mengatasi over capacity tersebut,” ujar Tetra.
Dikatakannya, Lapas Kelas II A Kotabumi melakukan rotasi dengan rujukan ke Lapas Kelas I, Lapas Way Kanan, ataupun Lapas Gunung Sugih. Selain itu, Lapas Kelas II A Kotabumi juga melakukan dua program pembinaan utama, yakni program pembinaan kepribadian dan program pembinaan kemandirian.
“Untuk program pembinaan kepribadian dititiktekankan pada pembinaan mental dan spiritual yang berhubungan dengan keagamaan dan sebagainya. Ini yang sedang digiatkan. Dari mulai ibadah yang wajib sampai ibadah sunnah, termasuk juga tentang pembinaan pengetahuan agama. Juga pembinaan pembentukan mental bagaimana kelak menghadapi kehidupan setelah keluar sebagai warga binaan Lapas,” ungkapnya.
Dalam hal pembinaan kepribadian, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Agama Lampung Utara dan pembina-pembina yang ada di Lapas Kelas II A Kotabumi dengan memberikan motivasi dan pandangan serta pemikiran yang positif untuk menjalani hidup digabungkan dengan mempertebal keimanan serta pengetahuan keagamaan. “Untuk program pembinaan kemandirian, oleh Kantor Wilayah diusulkan sebagai Lapas Minimum Security. Artinya, Lapas ini diproyeksikan melakukan berbagai kegiatan produksi,” paparnya.
Saat ini, kata Tetra lebih lanjut, sedang dipersiapkan fasilitas sebagai tempat warga binaan berlatih produksi. Baik dalam bidang peternakan ikan, ayam, kerajinan tangan (handycraft), serta beberapa kerajinan lainnya berbahan kayu dan sebagainya.
“Meskipun luasan areal Lapas Kelas II A Kotabumi terbilang tidak cukup representatif, namun hal tersebut bukanlah suatu hambatan yang menjadi kendala sehingga pembinaan terhadap warga tidak dapat dijalankan. Itu bukanlah satu permasalahan yang krusial. Program tetap berjalan sehingga warga binaan mendapatkan pengetahuan yang kelak dapat dijadikan bekal sebagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat setelah keluar dari Lapas,” imbuhnya.
Tetra Destorie menyampaikan jika hasil produksi warga binaan Lapas Kelas II A Kotabumi baru dapat dipasarkan keluar di seputaran Kotabumi. “Ke depannya, jika hasil produksi warga binaan secara kualitas sudah memenuhi standar pasar, maka kami akan mencoba melakukan e-shopping. Jadi, pemesanan hasil produksi warga binaan dapat dilakukan secara online. Dengan demikian mampu menjangkau konsumen secara lebih luas. Itu jika quality control-nya sudah bagus. Kita akan menembus pasaran tersebut,” harap Tetra Destorie. (ardi)