
Sulawesi Selatan (SL)-Wujud kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama, diinterpretasikan Karang Taruna (karta) “Mandiri’ Kelurahan Benteng Utara, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan melalui rangkaian kegiatan peninjauan bangunan rumah tidak layak huni yang berada di wilayah kerja karang taruna Mandiri, Kamis, (04/07/2019) pagi.
Ketua Karang Taruna Mandiri, Fadly Syarif, S.I.Kom menjelaskan bahwa kegiatan peninjauan bangunan rumah tidak layak huni dilakukan di kompleks belakang toko Cahaya Tani jalan Veteran dan Mappatoba, Lingkungan Bua-Bua Timur, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Selain meninjau bangunan rumah tidak layak huni, Fadly juga menyambangi sejumlah bangunan lapak pedagang kaki lima yang dinilai tidak refresentatif dengan kondisi yang memprihatinkan.
” Kegiatan peninjauan bangunan rumah tidak layak huni merupakan agenda rutin Pengurus karta Mandiri yang dilakukan sebagai bentuk refleksitas, kepedulian, dan kepekaan sosial dalam upaya untuk menyikapi dan mengatasi salah satu bentuk potensi persoalan kesejahteraan sosial di wilayah kami,” jelas Fadly.
Ditambahkan Fadly, agenda kunjungan atau yang diistilahkan dengan sebutan “turun ke bawah merupakan kegiatan rutin pengurus karang taruna. Hal itu didasari dan menindak lanjuti informasi warga terkait dengan persoalan potensi permasalahan kesejahteraan sosial di wilayah Kelurahan Benteng Utara.
“Kegiatan ini kita gelar sebagai salah satu bentuk simbol kesigapan pemerintah kelurahan dan organisasi karang taruna dalam menyikapi perkembangan fenomena potensi permasalahan kesejahteraan sosial seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan lonjakan kepadatan pemukiman,”ujar Fadly.
Fadlu juga menjelaskan, giat monitoring yang diistilahkan dengan sebutan turba, merupakan giat rutin organisasi karang taruna “Mandiri” sebagai mitra kerja dan sekaligus perpanjangan tangan pemerintah kelurahan di lapangan dengan mendasari tugas pokok dan fungsi organisasi karang taruna sebagai lembaga organisasi yang nota benenya berkewajiban mewadahi dan memikirkan dua puluh delapan item potensi permasalahan kesejahteraan sosial di masyarakat.
“Kegiatan peninjauan bangunan rumah tidak layak huni dan lapak PK 5 dari sudut pandang organisasi karang taruna Mandiri dinilai tidak refresentatif. Kegiatan ini merupakan wujud kerja nyata karang taruna yang hampir setiap saat turun ke lapangan untuk menginventarisir dan melakukan kegiatan pemuktahiran data penyandang permasalahan kesejahteraan sosial di wilayah Kelurahan Benteng Utara,” jelas Fadly.
MenurutFadly, agenda rutin ini juga diakui merupakan salah satu bentuk praktek kerja nyata karang taruna dalam upaya untuk menghadirkan finalisasi bahan laporan bersifat up to date sebagai referensi bahan laporan dan pertimbangan tindak lanjut dalam pengambilan kebijakan oleh jajaran pemerintah di level yang lebih tinggi.
“Ini juga yang menjadi alasan utama bagi kami yang hampir pada setiap pelaksanaan kegiatan monitoring selalu menyasar lorong-lorong atau gang sempit yang jarang dilalui oleh masyarakat umum dan bahkan nyaris tak pernah dijangkau oleh perhatian pemerintah,” kata lelaki kelahiran Bontokamase, Kabupaten Bulukumba ini.
Fadly juga menyampaikan harapannya agar pemerintah beserta jajaran kementerian terkait, untuk dapat memberikan umpan balik dengan menurunkan program bedah rumah bagi warga masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kepulauan Selayar, terkhusus di wilayah Kelurahan Benteng Utara.
Hal senada juga ditujukan pada para donatur, kaum dermawan dan managemen program bedah rumah G-TV, untuk melirikkan pandangan ke Kabupaten Kepulauan Selayar dan menjadikan Selayar sebagai salah satu locus program bedah rumah. (Rls)