
Lampung Utara (SL)-Janji Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Utara yang akan memperbaiki jalan putus di jalan Poros Kabupaten, Desa Kotabumi Tengah Barat, Kecamatan Kotabumi, hoax alisa bohong belakang. Pasalnya, janji sejak tahun lalu itu tak juga terealisasi. Sementara warga bergotong royong menambal dan mebuatkan jembatan dari kayu.

Jalan yang sudah rusak sejak setahun terakhir, namun lubang pada gorong-gorong jalan tersebut belum juga diperbaiki. Padahal Kepala dinas PU Lampung Utara sudah Pernah Meninjau jalan tersebut. Kini lubang gorong-gorong semakin lebar dan akses jalan poros dari Dusun 1 menuju dusun 2 terancam putus. “Sekarang lubangnya sudah semakin lebar dan jalannya mau putus, tapi Pemkab belum memperbaikinya, ” kata Ison, warga setempat.
Menurutnya, perbaikan gorong-gorong jalan tersebut merupakan wewenang Dinas PUPR Lampung Utara, karena berada di jalan Poros Kabupaten. “Dinas PUPR seperti Hanya janji palsu, hoax melulu, padahal ini jalan poros penghubung antar Desa Cempaka Barat Kecamatan Sungkai Jaya. Kalau jalan ini sampai putus, mereka yang harus tanggung jawab,” cetusnya.

Kepala Desa Kotabumi Tengah Berat Mirwan Aidi, membenarkan banyak keluhan warga soal jalan itu. Bahkan selaama ini warga juga sudah berupaya memperbaiki ruas jalan tersebut sebanyak 4 kali dengan menutup gorong-gorong yang berlubang menggunakan batang kelapa.
Hal itu bertujuan agar akses jalan tersebut bisa tetap dilalui. Namun sayangnya, kayu batang kelapa itu sekarang sudah rusak dan jalan kembali berlubang. “Sekarang sudah rusak lagi. Dan jalan itu ditakutkan memakan korban. Apa lagi jalan itu sangat di butuhkan masyarakat menjelang Arus Mudik dan Idul Fitri,” kata Mirwan Aidi,

Seorang pengenadara yang melintas, Rusdi, juga mengeluhkan rusaknya akses jalan penghubung antardesa tersebut. Menurutnya, Pemkab Lampung Utara, dalam hal ini Dinas PUPR, harus segera memperbaiki ruas jalan itu, karena kalau terus dibiarkan maka akan bertambah besar lubangnya.
“Ya, harus segera diperbaiki, karena sangat membahayakan, kalau bisa Kepala Dinas PU-nya turun lagi. Suruh turun ke sini lagi biar tahu kondisi jalannya makin parah. Kira-kira bakal diprioritasin apa enggak sama dia, masa sudah setahun lebih dibiarkan gini aja,” katanya. (Hamsah)