
Banten (SL)-Bulan Ramadhan yang seharusnya dijadikan lahan untuk mengais sebagai ladang pahala. Tapi beda kali ini dengan beberapa tempat di Serang, justru banyak penjaja sek komersil (PSK) memanfaatkan bulan Ramadhan untuk menggoda pria hidung belang yang ingin meluapkan nafsu birahi.
Salah satu tempat prostitusi di eks toko di Kepandean Kota Serang, yang kini disulap menjadi kamar prostitusi. Lokasinya, berada tepat di bekas terminal Kepandean, Kota Serang, jantung Ibu Kota Provinsi Banten yang terkenal Islami.
Ruko berukuran 3X3 meter itu di cat ulang. Lalu dipasangi kipas angin. Kasur berukuran kecil ditutupi kelambu menjadi saksi pemuas birahi sesaat. Kondom bekas pakai terlihat pada tumpukkan tisu di kotak sampah. Ini menjadi bukti telah terjadi prostitusi di pusat Ibu Kota Provinsi Banten, yang dikenal sebagai Bumi Seribu Kiai, Sejuta Santri ini.
“Info dari masyarakat ada juga oknum membakingi prostitusi. Kita cek lokasi, tapi tidak menemukan yang menjajakan tubuhnya,” kata AKP Ivan Adittira, Kasatreskrim Polres Serang Kota, yang ditemui usai melakukan razia penyakit masyarakat (pekat), Minggu (12/05/2019).
Setidaknya ada sekitar 30 toko dengan rolling door yang sudah karatan, disulap menjadi ruang prostitusi saat malam Ramadan, yang seharusnya digunakan untuk beribadah. “Ruangan itu kita duga sebagai toko, tapi ruangan itu sudah di modifikaai, diubah menjadi kamar. Ada sekitar 30 kamar. Ada alat kontrasepsi yang sebelum kita datang mungkin sudah digunakan,” jelasnya.
Untuk, Tim Polres Serang terus melakukan upaya pencehagan dan pemberantasan penyakit masyarakat. “Kita terus tekan upaya pemberantasan penyakit masyarakat,” katanya. (Suryadi)