
Lampung Utara (SL)-Desa Wonomarto yang terletak di Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara memiliki segudang potensi yang mampu menunjang beragam sendi pertumbuhan perekonomian serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Secara geografis, wilayah ini memiliki satu aset danau buatan atau bendungan yang saat ini telah dikelola dan dikembangkan menjadi wilayah alternatif destinasi wisata desa. Bendungan ini dikenal dengan nama Tirta Shinta serta memiliki beragam wahana wisata air juga terdapat beragam pondok yang menjajakan kuliner khas bagi pengunjung.
Di lokasi tersebut (Bendungan Tirta Shinta.red), perangkat Desa Wonomarto yang dikomandoi Kepala Desa Waskita Yusika, kerap menggelar beragam event (kegiatan) guna menarik perhatian dan meningkatkan jumlah pengunjung wisata.
“Dalam moment-moment tertentu, kami kerap melakukan beragam kegiatan yang bersifat menghibur dan juga untuk memanjakan pengunjung tempat wisata,” terang Waskita Yusika, kepada sinarlampung.com, Sabtu, (11/5/2019).
Lebih jauh Kades Wonomarto menyampaikan, tidak hanya kegiatan yang bersifat entertainment yang kerap dilaksanakan oleh perangkat desa bersama warga setempat, namun juga kegiatan sosial kemasyarakatan, edukasi, hingga spiritualitas juga dilaksanakan sebagai wujud pemberdayaan masyarakat dan upaya menjadikan Desa Wonomarto sebagai rujukan destinasi wisata di Kabupaten Lampung Utara.
“Kami terus melakukan gerakan dan upaya yang dilakukan secara mandiri dan swakelola untuk mengembangkan inovasi desa yang berujung pada terwujudnya Desa Wonomarto sebagai salah satu rujukan destinasi wisata di Kabupaten Lampung Utara,” terangnya.
Saat ini, kata Waskita Yusika, warga bersama perangkat desa setempat sedang mempersiapkan suatu event yang diberi tajuk dengan Sedekah Bumi.
“Dalam kegiatan Sedekah Bumi ini dititiktekankan pada potensi dan inovasi desa, serta kearifan budaya lokal yang berkembang dan masih terjaga hingga saat ini,” jelas Waskita Yusika.
Kegiatan Sedekah Bumi dimaksud juga diharapkan sebagai suatu ajang promosi Desa Wonomarto dengan segala sumber daya yang terkandung sebagai aset desa.
Dirinya juga menyampaikan kegiatan Sedekah Bumi akan digelar dalam bentuk optimalisasi potensi desa yang berakar pada kearifan budaya lokal.
“Pada saat pelaksanaannya nanti, tetap dikemas dalam bentuk kegiatan yang menghibur, mendidik, dan meningkatkan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Kami rencanakan ini akan menjadi ajang yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun,” pungkasnya. (ardi)